Jumat, 29 April 2016

kisah konyol dalam facebook



Haha ha ha ha.. haduh ini kisah konyol tentang diri gue, sebenernye sih agak berat ngisahin cerita ni menjijikan banget soalnya tapi yaudah oke dimulai dari suara khas handphone android “cengkrung” terdengar notifications facebook terlihat dijendela layar lima inci yang biasa gue genggam “also commented on your post” terlihat nama seorang perempuan gue sebut anonim aja deh malu vrooooh haaa.. mengomentari status terbaru gue dalam status itu gue nulis “perempuan selalu enjadi masalah yang tak akan pernah tuntas untuk didiskusikan, ia menjadi isu sosial yang menarik sejak jaman dahulu, sekarang dan masa yang akan datang” komentar pertama yang ia tulis mulai membumbui perbincangan disosial media meski hanya sebuah tulisan “weeeew” namun komentar ini mulai mengalir dengan seiring bertambahnya sebuah komentar balasan dengan percaya dirinya gue bales “namun sikap ambivalens seorang perembuan begitu menyebalakan upsss” diakhiri degan emoticon cengar-cengir gue bebas mengekspresikan pendapat yang sok-sok,an itu haaaa belom selesai tulisan ini gue masih aja ketawa mengingat tingkah koonyol yang belum selesai gue tulis ini bahkan ketika gue lagi ngetik ini pun gue masih berpikir apakah benar cerita nui bakalan tetap dilanjutin haaaaaa gak berenti gue ketawa sendirian udah kaya orang gila deh sampe-sampe orang yang lihat gue sekalipun ikut terperangah aneh melihat tingkah gua yang udah mulai gak jelas “kenapa lu parah lu gila lu ya” ucapnya sambil sedikit tawa yang tertahan dan gue Cuma bisa ketawa “ha.ha.hahahahaaaaa” ... oke kita lanjutkan lagi kisah konyol ini oleh karena quotta yang terbatas  gue akhiri sosmed dan status itu berlalu begitu saja keesokan harinya ngeliatr teman yang lagi sibuk mainin game yah game yang mungkin sebagian besar pengguna android pasti maenin clash of clans CEOCE vroh, terlintas dikepala gue “ahaay hotspot mulai terasa haaa”gue deketini dengan sedikit basa-basi “mana vroh coba lihat ceoce lu tehanya udah level berapa tuh” tanya gue dengan sedikit gestur yang sok akbar gitu deh “waduh vroh baru kecil punya gue lyat ja” pekiknya sambil sibuk nekan-nekan ikon-ikon dipermainan tersebut tak lama kemudian gue  mulai memainkan aksi rayu-merayu “vroh bolehlah pancarkan sinarnya” sedikit gue maenin mimik wajah pertanda kode “maksudnya”  ucapnya “hotspot vroooh haahaa, ayolah” dengan dikit maksa “oh yaudah ntar dulu tapi jangan buat download ye” gndengar kata-kata ntu  hati gue mulai lega kpikirkan post kemarin yang belum diselesein!!! “oke” jawab dan setelah setelah ntu akhirnya pancaran penuh koneksi mulai terhubung dengan layar lima inci gue “trung, trung, trung” pertanda notifications mulai mengisi jendela layar satu dua sampai tiga namun mata gue tertuju pada satu notif post kemarin setelah gue baca, akun yang sama mengomentari post itu dengan logatnya “menyebalka tapi ngangenin hohohooooo” kurang lebih seperti itu sontak gue kegirangan seneng tak banyak pikir gue  recomment donk “uuuuuu so sweeet” bahkan ditambahkan emotikon-emotikon alay gitu dengan emotikon nyengir mata love oh my god kisah ni menjijjikan banget. Akhirnya karena ada urusan yasudah gue pergi dari tempat duduk temen gue itu dan mengakhiri sosial media itu. Namun setelah beberapa lama kemudian gue buka lagi sosmed itu padahal sih gak ada internetnya killing time vroooh haaa gue buka post itu dengan komentar-komentar yang masih sama sontak gue baru nyadar bahwa gue KEGEERAN “kambiiiiiiiiiiiiiiiing” Teriak gue, otomatis gue panik takut sidia udah buka sosmednya akhirnya dengan kondisi yang menjijikan itu gue lari dengan sekencang-kencangnya ke konter terdekat kalo bisa lu bayangin lari gue lwbih cepet dari husain bolt bahkan debu-debu jalur yang gue lalui beterbangan udah kaya ditv-tv deh siuuuuuuuuuuuuuuuwhwhwhw “awas remnya blong” teriak gue dengan rambut yag terpendar kebelakang haaaa “bang isi pulsa yang sepuluh ribu” bala-bla-bla setelah terkirim gue nyengir penuh kejijik,an dengan sedikit nada penuh iba, nelangsa, meringis sambil bilang “ngutang dulu ya bang” sipenjaga konterpun hanya bisa diam seperti tersambar petir didiang bolong, ketika melihat kondisi seperti itu gue langsung manfaatin kesempatan itu untuk kabur dan lari menghindari cibirannya swiingggggggggggg hilang dari pandangannya haaaa  langsung saja gue daftarin paket murahan untuk internet, teeeeeeeeeeet tring langsung terbias gambaran pembuka dari facebook tersebut klik niotification dengan paniknya saya hapus post tersebut untuk menghindari kebodohan saya yang jelas terpublikasi “huuuuuuh” terdengar desah tenang hati gue “aman aman” pekik suara gue
Jadi pembelajarannya adalah bacalah sebelum melakukan tindakan haaaaaaaaaa sekian

Sabtu, 16 April 2016

herbert hoover

Sekitar tahun 1892, Tersebutlah seorang pemuda miskin berusia 18 di menjadi mahasiswa di Stanford University. Ia seorang yatim piatu dan berjuang untuk membayar biaya nya .Suatu ketika, ia kehabisan dana dan tidak tahu ke mana harus mencari uang. Tiba-tiba muncul ide di benaknya. Bersama seorang temannya yang juga miskin, ia berencana menggalang dana melalui sebuah konser musik di kampus guna mengumpulkan uang untuk pendidikan mereka .Mereka pun mendatangi seorang pianis besar Ignacy J. Paderewski untuk membantu mewujudkan niat mereka. Namun, di luar dugaan, manajer pianis tersebut meminta jaminan biaya sebesar $ 2000 untuk sesi pertunjukan piano. Sebuah dana yang amat besar yang harus ditanggung anak-anak muda tersebut.Tapi apa daya, mereka menyetujuinya. Mulailah mereka menjual tiket untuk mendapatkan uang $ 2000. Ketika hari pertunjukan itu tiba, merekaternyata hanya bisa mengumpulkan uangsebesar$ 1600 dari penjualan tiket.Dengan perasaan kecewa, pemuda itu bersama temannya menghadap ke Paderewski dan menjelaskan kegagalan yang mereka alami. Dengan perasaan malu, mereka menyerahkan seluruh $ 1600 yang berhasil mereka kumpulkan, ditambah surat hutang $ 400. Mereka berjanji untuk melunasi hutang tersebut secepat mungkin asal sang pianis mau tampil di konser mereka."Tidak... " ujar Paderewski." Ini tidak dapat diterima..." lanjutnya. Ia kemudian merobek-robek surat hutang tersebut, seraya mengembalikan $ 1600 kepada kedua mahasiswa di hadapannya itu.Keduanya tampak kecewa. Tapi di luar dugaan, Pederewski berkata:"Ini saya kembalikan $ 1.600 milik kalian. Silakan gunakan untuk keperluan kalian berdua. Nanti  seusai konser, kalau memang uangnya bersisa, bolehlah kalian berikan kepada saya...".Kedua mahasiswa itu kaget. Dengan penuh haru, mereka mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada sang pianis yang rela tampil di konser mereka tanpa bayaran.Sebuah tindakan kecil. Tapi itu jelas menunjukkan jiwa Paderewski sebagai manusia yang mulia. Bagaimana bisa dia membantu dua orang mahasiswa yang ia sendiri tidak kenal?Kita semua sering berhadapan dengan situasi seperti itu dalam hidup kita, menolong orang yang tidak kita ketahui. Banyak di antara kita yang berpikir saat itu:  "Apa untungnya jika saya membantu mereka? Apa gunanya buatku? Apa yang akan akan terjadi padaku?...Sementara, orang-orang yang mulia selalu berfikir:"Jika saya tidak membantu mereka , apa yang akan terjadi pada mereka?" Mereka lantas membantu tanpa mengharapkan sesuatu balasan.Mereka melakukannya karena mereka merasa itu adalah hal yang benar untuk dilakukan. Begitulah jiwa seorang Paderewski.Sejak peristiwa itu, tahun-tahun terus berlalu.Beberapa waktu kemudian, karena aktif di dunia politik, Paderewski lantas terpilih menjadi PerdanaMenteri Polandia. Dia adalah seorang pemimpin besar. Namun sayang, ketika ia memimpin, Perang Dunia berkecamuk, Polandiaporak porandadihamuk perang.Lebih dari 1,5 juta orang menderita kelaparan di negaranya, dan tidak ada uang untuk memberi makan mereka.Paderewski tidak tahu ke mana harus mencari bantuak makanan untuk rakyatnya. Hingga ia terpaksa mengulurkan tangan meminta bantuan dariUS Food and Relief Administration )USFRA(.Instansi USFRA tersebut dipimpin oleh seorang pria bernama Herbert Hoover, yang dikemudian hari terpilih menjadi Presiden AS. Ketika diminta bantuan, Hoover langsung setuju, dan dengan segera ia mengirim berton-ton bahan makanan untuk membantu orang yang kelaparan di Polandia .Berkat bantuan tersebut, bencana di Polandia pun dapat diatasi. Paderewski lega . Dan tak lama, Hoover pun terpilih menjadi Presiden Amerika.Setelah bencana berlalu, Paderewski memutuskan untuk pergi ke Amerika untuk bertemu Hoover secara pribadi guna mengahaturkan terima kasih.Ketika Paderewski bertemu Hoover, ia langsung mengucapkan rasa terima kasihnya. Namun dengan cepat, Hoover menyela dan berkata:"Tuan Perdana Menteri, anda tidak harus berterima secara berlebihan begitu. Anda mungkin tidak ingat, beberapa tahun yang lalu , anda membantu dua mahasiswa muda yang kesulitan membiayai dana perguruan tinggi mereka. Dan saya adalah salah satu dari mahasiswa itu...". Ujar Hoover.Paderewski pun terperangah