Jumat, 06 Maret 2015

asal-usul turki utsmani

ASAL-USUL TURKI USMANI

Kerajaan Turki Usmani didirikan oleh suku bangsa pengembara yang beral dari wilayah Asia tengah yang termasuk suku Kayi, ketika bangsa Mongol menyerang dunia Islam, pemimpin suku Kayi, Sulaiman Syah, mengajak anggota sukuya untuk menghindari serbuan bangsa Mongol tersebut dan lari ke arah barat. Bangsa Mongol itu mulai menyerang dan menaklukan wilayah Islam yang berada dibawah kekuasaan dinasti Khawarazm Syah tahun 12419-1220. Sulaiman syah meminta perlindungan kepada Jalal ad-Din memberi jalan agar sulaiman pergi ke Barat ke arah Asia Kecil dan disanalah mereka menetap. Sulaiman ingin pindah lagi ke wilayah Syam setelah ancaman mongol reda. Dalam usahanya indah ke negeri syam itu, pemimpin orang-orang Turki tersebut mendapat kecelakaan hanyut disungai Euprat yang tiba-tiba pasang karena banjir besar, tahun 1228.

Mereka akhirnya terbagi menjadi dua kelompok yang pertama ingin ke negeri asal dan yang kedua meneruskan perantauannya ke wilayah Asia Kecil. Kelompok kedua itu berjumlah sekitar 400 keluarga dipimpin oleh Erthogrol anak Sulaiman Syah. Mereka akhirnya menghambakan diri kepada Sultan ‘Ala ad-Din II dari Turki Saljuk Rum yang pemerintahannya berpusat di Konya, Anatolia, Asia Kecil. Pada waktu itu bangsa Saljuk yang serumpun dan seagama dengan orang-orang Turki Imigran melihat bahaya bangsa Romawi yang mempunyai kekuasaan di kemaharajaan Romawi Timur (Bizantium). Dengan adanya pasukan baru dari saudara sebangsanya itu pasukan Saljuk menang atas Romawi. Sultan gembira dengan kemenangan tersebut dan memberi hadiah kepada Erthogrol wilayah yang berbatasan dengan Bizantium, dengan senang hati Erthogrol membangun pendidikan dan berusaha memperluas wilayahnya dengan merebut dan merongrong wilayah Bizantium. Mereka menjadikan Sogud sebagah pusat kekuasaannya. Dinasti Saljuk Rum sendiri sedang surut pada saat itu. Dinasti tersebut telah berkuasa di Anatolia bagian tengah kurang lebih dua ratus tahun lamanya. Sejak tahun 1077 hingga tahun 1300.

Erthogrol memunyai seorang putra yang bernama Usman yang diperkirakan lahir tahun 1258. Nama Usman itulah yang diambil sebagai nama untuk kerjaan Turki Usmani. Erthogrol meninggal tahun 1280.Sepeninggal Erthogrol, atas persetujuan Sultan Alaudin, kedudukan Erthogrol digantikan oleh putranya yang bernama Usman yang memerintah Turki Usmani antara tahun 1281-1224 M. Serangan Mongol terhadap Bagdad termasuk Saljuk yang terjadi pada tahun 1300 yang menyebabkan dinasti ini terpecah-pecah menjadi sejumlah kerajaan kecil. Dalam kondisi kehancuran Saljuk inilah Usman mengklaim kemerdekaan secara penuh atas wilayah yang didudukinya. Sekaligus memproklamisikan berdirinya kerjaan Turki Usmani. Kekuatan militer Usman menajdi benteng pertahanan Sultan dinasti-dinasti kecil dari ancaman bahaya serangan Mongol. Dengan demikian, secara tidak langsung mereka mengakui Usman sebagai penguasa tertinggi dengan gelar “Padiansyah Ali Usman”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar