Cuma intro
Kabut asap khas
dengan aroma tembakaunya melumat tenggorokan lalu menodai paru-paru kecilku
dalam satu hembusan nafas kukeluarkan asap abu-abu itu bersama sepersekian rasa
sesak dihati tak berselang lama ku basahi tenggorokan kotor itu dengan air
pekat berwarna hitam dengan bau khasnya ia mnyapu bersih sisa asap yang masih
tertinggal lalu meramu angan yang baru dalam setiap tegukan, aroma itu mulai
merubah imaji menjadi sesuatu yang menyegarkan untuk dikenang
Mungkin saya
sedang mengigo hari ini beri saja judul
CERPEN SETENGAH
SADAR
Suatu ketika
seorang perempuan dipertemukan dengan belahan jiwanya tak lama setelaah itu ia
pun dilamar oleh kekasihnya, ia pun mulai sibuk dengan rencana pernikahan yang
akan dilangsungkannya segala urusan ia urus dengan kekasihnya dari mengurus
pesta, surat undangan sampai urusan izin pernikahan pun ia sendiri dan
kekasihnya yang melakuka proses perizinannya ia begitu antusias dan bahagia
melakukannya namun terlepas dari semua itu saat hari yang ditunggu itu akan tiba
hanya kebahagiaan yang ia rasa ia hanyut dibawa perasaan bahagia yang akan
dijumpainya sebentar lagi, hingga pada akhirnya disatu malam ia menjumpai
ibunya untuk menunjukan gaun yang ia pakai nanti namun ketika ia membuka pintu
kamar ibunya senyum itu tiba tiba berubah menjadi air mata ketika ia melihat
ibunya sedang melakukan sholat isyanya
dimalam terakhir sebelum ia menikah ia melihat ibunya menangis dalam sholatnya.
Ia pun menutup kembali pelan-pelan pintu itu sambil menyeka air matanya ia pun
pergi kembali kekamarnya dan menangis semenangisnya. Dalam situasi itu
sebelumnya ia tak pernah melihat ibunya menangis selama hidupnya dalam
tangisnya hatinya menggerutu “ibu selalu tegar jika dihadapkan dengan masalah
yang pelik sekalipun namun kali ini aku melihatnya menangis, aku tak bisa lagi
menahan air mata ini” sambil terisak dan menyeka airmatanya dalam benaknya ia
terus menggerutu “aku tahu kenapa ibu menangis aku tahu ibu sangat sayang
padaku, aku tahu ibu gak mau kehilangan anaknya maka dari itu aku tahu ibu
sedang berdoa pada yang kuasa agar kelak lelakiku melindungiku seperti halnya
ibuku melindungiku sampai saat ini”
Keesokan harinya
setelah ia bangun dari tidurnya ia langsung menemui ibunya dan bersujud dan
menciumi kaki ibunya sambil menangis dalam tangisnya ia hanya terus berbicara
“maafkan aku bu, maafkan aku, aku banyak salah ama ibu, maafkan aku bu, aku
sayang ibu” ibunya hanya tersenyum sambil meneteskan airmata penuh haru tangan
ibunya pun mengayun memegang bahu anaknya itu sambil menyuruhnya untuk bangun
“bangun nak” ucap ibunya dengan suara lirih maka setelah itu dipeluknya ia oleh
ibunya dalam dekapan yang erat itu ia hanya terus menangis “aku sayang ibu, aku
sayang ibu” ucapnya “ibu juga sayang kamu nak” balas ibunya sambil menyeka air
mata anaknya lalu menciumi pipinya
begitulah seorang
ibu mereka selalu berlagak tegar dihadapan anak-anaknya ia tak pernah mau
kelihatan lemah dihadapan anak-anaknya dengan kata lain, secara tidak langsung
ibu mengajari kita untuk tetap tegar jika yang maha kuasa memberi kita cobaan. Yah
takan pernah ada kata yang pantas untuk menggambarkan betapa ia sangat berharga
bagi kita, meski nyatanya kita belum bisa jadi anak yang baik baginya
Dalam hal ini
saya hanya ingin berbagi pendapat bahwa setiap kebahagian yang kita rasakan
pasti disitu ada peran orang tua didalamnya jangan lupakan itu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar