Jumat, 18 Maret 2016

declaration of independence

Declaration of IndependenceDeclaration of Independenceatau deklarasi kemerdekaan Amerika Serikat, merupakan suatu momentum penting dalam sejarah dunia Internasional. Setelah sekian lama berada dalam kawasan koloni Inggris, pada 4 Juli 1776, Amerika Serikat mengumumkan kemerdekaannya. Tiga belas kolonis di Amerika menyerukan independesinya atas Inggris. Banyak sekali hal yang melatarbelakangi munculnya inisiatif dari tokoh Amerika Serikat saat itu untuk bisa lepas dari jajahan Britania Raya. Diikuti juga dengan peristiwa – peristiwa bersejarah lainnya yang mengawali proses perumusan naskah deklarasi kemerdekaan Amerika Serikat.Peristiwa yang menjadi katalis dari kemunculan ide tentangdeklarasi kemerdekaan Amerika Serikat adalah ketika dimulainya kontak senjata antara kolonis Amerika dengan angkatan bersenjata Inggris pada tahun 1775 setelah sebelumnya mengajukan petisi dalam rangka Kongres Kontinental Pertama kepada Raja George III. Petisi tersebut mengalami penolakan, sehingga mengakibatkan pemberontakan. Rakyat Amerika ketika itu ingin menuntut pemenuhan hak – hak mereka sebagai masyarakat, menolak segala bentuk penindasan, serta pemungutan pajak yang dianggap hanya menguntungkan pihak kolonial.Mereka beranggapan bahwa, sebagai sebuah kesatuan masyarakat, mereka berhak untuk menyelenggarakan pemerintahan yang berdasarkan atas kehendak mereka sendiri. Perang melawan kekuatan Eropa tersebut sering disebut sebagai Perang kemerdekaan atau Perang RevolusiAmerika.Lebih dari setahun penuh masa Revolusi Amerika, begitu banyak fenomena yang terjadi didalamnya antar lain keputusan Raja George III untuk memperkuat militernya dan menolak mengabulkan permintaan masyarakat koloni Amerika pada petisi Kongres Kontinental Kedua yang diadakan pada tanggal 10 Mei 1775, tidak lama setelah pecahnya Perang Revolusi Amerika. Penolakan tersebut lagi - lagi menimbulkan perasaan marah dari masyarakat koloni sebagai pihak yang terjajah, hingga kemudian muncullah sebuah naskah berjudul‘Common Sense’karangan Thomas Paine yang menyatakan bahwa kemerdekaan merupakan hak asasi bagi tiap – tiap manusia.Tulisan tersebut mengejutkan banyak pihak, baik itu pihak kolonis maupun kolonial, sebab Thomas Paine merupakan seorang pemikir politik dan penulis dari Inggris yang menerbitkan pamfletnya dengan tujuan untuk membantu masyarakat koloni. Efek dari ‘Common Sense’ini semakin membulatkan tekad seluruh koloni untuk memisahkan diri. Namun hal itu tidak segera terwujud karena harus ada kesepakatan dari seluruh koloni demi terwujudnya pencetusan deklarasi kemerdekaan. Akhirnya pada tanggal10 Mei 1776, setahun setelah pertemuan pertama Kontinental Kongres Kedua, sebuah resolusi disepakati oleh seluruh koloni untu memisahkan diri. Peristiwa tersebut diikuti oleh munculnya gagasan untuk mendeklarasikan kemerdekaan atas Inggris pada tanggal 7 Juni 1776 oleh Richard Henry Lee, seorang delegasi dari negara bagian Virginia yang disampaikan pada Kontinental Kongres Kedua.Lee mengajukan tiga resolusi dimana poin pertamanya menyatakan bahwa“these United Colonies are, and of right ought to be, free and independent States, that they are absolved from all allegiance to the British Crown, and that all political connection between them and the State of Great Britain is, and ought to be, totally dissolved.”(Journals of Congress(Ford ed.), V, 424, dalam Becker, 1958: 3). Setelah menyampaikan apa yang disebut sebagaiResolutions of Independence, peserta kongres sepakat untuk membentuk panitia perumusan deklarasi kemerdekaan atau yang lebih dikenal dengan sebutanComittee of Fiveyang beranggotakan Thomas Jefferson dari Virginia, John Adams dari Massachussets, Roger Sherman dari Connecticut, Benjamin Franklin dari Pennsylvania, serta Robert R. Livingston dari New York. Naskah deklarasi yang sebagian besar disusun oleh Thomas Jefferson tersebut berisi tentang justifikasi untuk melepaskan diri dari belenggu jajahan Inggris.Draftyang kini dikenal sebagai naskahDeclaration of Independencetersebut terbagi atas lima bagian, yakniintroduction,preamble, kemudian isi yang dibagi lagi menjadi dua bagian, serta kesimpulan.“Deklarasi Kemerdekaan tersebut sebenarnya diangkat darifilosofi politik Prancis dan aliran Pencerahan Inggris” (Garis Besar Sejarah Amerika (Anon., 2004)). Tetapi yang paling banyak mempengaruhi penulisan deklarasi tersebut adalah tulisan karangan John Locke yang berjudulSecond Treatise of Government(Uraian Kedua tentang Pemerintahan). Dalam karangannya tersebut, Locke terpautpada konsep hak - hak tradisional orang Inggris. Konsep tersebut lalu dikembangkan menjadi hak-hak asasi seluruh umat manusia. Dalam deklarasi, situasi-situasi yang telah terjadi di koloni kemudian oleh Jefferson dihubungkan sesuai dengan prinsip-prinsip Locke ini.Naskah tersebut pertama kali dibacakan di hadapan peserta kongres pada tanggal 28 Juni 1776, dan kemudian mengalami beberapa kali perdebatan serta revisi di beberapa bagian naskahnya selama beberapa hari, hingga pada 2 Juli di tahun yang sama, dokumenDeclaration of Independencediproklamirkan di Philadelphia sebagai pengembangan dari ide Lee, yang menegaskan bahwa Amerika menyatakan kemerdekaannya di 13 koloni Amerika atas Kerajaan Inggris. Deklarasi tersebut baru mendapat persetujuan, pengakuan, dan pengesahan secararesmi dari para peserta kongres pada tanggal 4 Juli 1776. Untuk selanjutnya tanggal tersebut diperingati sebagai hariKemerdekaan Amerika Serikat.Di hari yang sama, setelah kongres meratifikasi versi akhir dari akta deklarasi, salinan naskah yang ditulis tangan tersebut segera dikirimkan pada John Dunlap untuk dicetak dan disebarluaskan ke khalayak ramai di semua koloni Amerika. Presiden kongres kala itu, John Hancock, juga mengirimkan selebaran naskah deklarasi kemerdekaan kepada Jenderal George Washington di kota New York serta menginstruksikan agar Washington segera membacakan deklarasi tersebut di depan para pasukannya.Bukan hanya itu, teks proklamasi tersebut juga didistribusikan ke luar Amerika seperti Inggris, Warsawa, Jerman, Swiss, Portugis, Prancis, dan masih banyak lagi. Setelah naskah tersebut didistribusikan dan dibacakan kepada publik, baru pada tanggal 2 Agustus 1776, semua anggota Kongres Kontinental Kedua menandatangani naskah tersebut.Setelah pendeklarasian kemerdekaan, banyak reaksi yang ditimbulkan atasDeclaration of Independencetersebut. Beberapa perang perebutan wilayah muncul di beberapa tempat seperti Pertempuran Long Island di New York pada Agustus 1776 antara tentara Inggris melawan pasukan Amerika. Pada saat itu Washington tidak dapat menarik mundur semua prajuritnya ke Pantai Manhattan dikarenakan posisi mereka yang tidak mampu dipertahankan. Banyak perang – perang yang kembali terjadi secara beruntun setelah kekalahan pihak Amerika saat itu. Terlebih Amerika juga melakukan persekutuan dengan Prancis, yang membuat kekuatan Amerika semakinkuat. Persekutuan tersebut diperkuat dengan ditandatanganinya Traktat Persahabatan dan Perdagangan,serta Traktat Persekutuan. Dapat dikatakan pula bahwa Prancis adalah negara pertama yang mengakui kemerdekaan Amerika. Persekutuan Amerika dan Prancis ini tidak membutuhkan waktu lama untuk memperluas areakonflik. Inggris banyak mengalami kekalahan dan banyak kehilangan prajuritnya kali itu. Dengan terlibatnya Prancis juga, Inggris kemudian bergerak ke arah selatan karena kebanyakan masyarakat selatan adalah para Loyalis, yaitu orang - orang Amerika yang setia pada Inggris. Tetapi, lagi-lagi Amerika berhasil menggagalkan rencana Inggris. Disinilah, pada akhirnya Amerika berhasil mengalahkan Inggris secara telak.Kekalahan Inggris tersebut diikuti dengan kekalahan berikutnya di Yorktown, dekat mulut Teluk Chesapeake. Kekalahan tersebut, bukan berarti menjadi akhir dari perang – perang yang muncul setelahnya hingga dua tahun berikutnya. Akhirnya Inggris memutuskan untuk menggelar perundingan perdamaian dengan Amerika di Paris di awal tahun 1782. Perundingan ini dikenal sebagai Traktat Paris yang disetujui oleh kedua belah pihak yang mengakui kemerdekaan, kebebasan, dan kedaulatan 13 bekas koloni. Hingga akhirnya pada tahun 1787, lahirlah konvensi konstitusional yang mengatur tentang pembentuka

Kamis, 17 Maret 2016

hanya sekedar opini



Karena pada saat kita punya segalanya kita sulit untuk membedakan mana yang benar-benar ada untuk kita. Maka dari alasan ini saya mempertaruhkan semuanya untuk sebuah kepercayaan, bahagia memang tak harus semua tentang uang. Kepercayaan misalnya, bagi saya mempercayai seseorang adalah memiliki seseorang. entah dia sebagai teman saya, keluarga saya atau kekasih saya sekalipun karena kebohongan semanis apapun itu tetaplah sebuah kebohongan, karena bumi tetaplah bumi ia tak akan berubah nama, merubah makna meski bumi hanya tersisa seonggok bebatuan yang melayang diangkasa. bumi akan tetap menjadi bumi karena nilai empirisnya begitupun kita manusia

Rabu, 16 Maret 2016

pulosari bareng sugar

saya nggak tahu harus bicara apa tentang pic ini tapi yang pasti moment ini patut dikenang untuk seorang sugar

Rabu, 02 Maret 2016

ruhlelana



Jutaan Bilangan Silang, Tisyu Astrologi, dan Nebula Berkarat
10
0
Pada kecepatan 220 km/jam tubuh perempuan itu menabrak-nabrak hujan, membenturkan tubuhnya pada kedalaman laut yang jatuh dari angkasa.
Sebenarnya dia tak pernah sendirian, denyar-denyar lampu mobil selalu menemaninya kemanapun dia berjalan, atau ditemani hujan.
Bintangnya Aquarius, dia senang menjadikan astrologinya sebagai lap pembersih muka saat debu begitu mengabutkan mata.
Suatu hari perempuan itu meretas kepalaku untuk mencari sebuah kunci yang menjelma tiga dewa berbentuk berhala.
Kunci yang bisa membuka pintu-pintu nebula yang berkarat di kepalanya, akibat hujan yang tak pernah diam, penuh asam mengauskan.
Aku diam saja dalam proses peretasan itu, hanya karena air matanya, air matanya yang menetesi jantungku dengan sempurna, meluluhkan.

Lama sekali dia meretas disana, di kepala ini, aku tak tahu kenapa, karena aku hanya diam saja, seperti Buddha dalam stupa.
Dia sendu, aku tahu, hanya itu… dia lelah, aku tak membantah, tapi terserah… tapi hanya pada awalnya saja pengertian itu bertahan…
Cerita berlanjut pada sebuah curhatan mengagetkan saat purnama bertandang di kota kecil kepalaku, dia bercerita sambil menghisap rokok.
“Aku kedinginan, Ruh…” katanya menggigil, “Aku butuh jaket, sedang musim dingin di kepalamu, banyak salju.”
Aku tetap diam meski kekagetan akibat sapaan kencang seperti bom itu belum hilang, jantungku masih berdetak-detak kencang.
Aku terenyuh, meski dengan diam, aku tersentuh, meski dalam kelam, jaket apa yang bisa kuhadirkan untuknya, jaket apa?
Berbulan-bulan aku tak menemukan jawaban, dia hampir beku, aku masih juga kaku, kami diam- diaman karena alpa memang pandai menyerang segala.
Alpa yang begitu lama, begitu menggoda, hingga saat ini, saat dia sudah membeku jadi batu, terjebak di kepalaku, aku hanya bisa memberinya paku.
Cuaca buruk yang melegenda, karena alpa tak bisa dilawan dengan buku-buku sejarah atau ensiklopedia, bahkan Paman Google mulai memakai dandanan hipster sok tahu.
Tapi sementara itu, silahkan dicerna, sebab ini lebih rumit dari persamaan kuadrat, lebih parah dari rumus-rumus teori cahaya.
Cuaca buruk ini hanya sebanding dengan Hukum Alam: JUTAAN BILANGAN SILANG.
Mencarikan jaket atau jalan keluar, mencairkan kebekuan atau mencari kehangatan komunikasi, mengaji diri atau berhenti?
Buntu! Setersesat hantu-hantu berkerudung di kuburankuburan tua.
Demam, serunyam writer’s block, atau seperti dihantam berbalok-balok es batu tepat di belakang kepala atau kepalan tangan.
Sudah terkata tanpa ucap darinya bahwa pencarian ini bukan sekedar memanjakan hidup dengan adrenalin.
Energi dan Hukum Kekekalannya, atau silat lidah yang teredam di dada, atau mengali-ngalikan bilangan silang tepat di depan matanya.
Ini bukan orasi budaya tetapi sebuah radiasi buaya yang membenturkan kekerasan halusinasi dan dialektika kecemasan.
Hanya bisa diterjemahkan ke dalam masalah telinga, reduksi otak, dan formalisme purba. Seperti tumpahan nafas atau setengah waktu di sebuah simpul-simpul penjelajahan persepsi kepala hanya karena tak mampu membeli jaket.
Psikedelik telak – skizofrenik klimaks!
Pada beberapa titik kecemasan, ingin sekali aku melemparkan semua wajahnya kedalam tong sampah!
Terus melupakan kejadian itu untuk selamalamanya, setidaknya mencoba untuk itu.
Kuharap tong sampah itu tidak seperti recycle bin. Tapi jikapun persis, maka akan aku klik kanan, langsung mengarahkan pointer pada empty recycle bin, kutekan kuat-kuat, berulang-ulang.
Kenyataannya dia tetap tegar membeku di kepalaku, dan hanya sebuah jaket yang bisa mencairkan jantungnya lagi, sebuah jaket!
Cuaca buruk tak bisa dibendung, kerumitan jutaan bilangan silang jadi pertanda bahwa salju akan terus turun hingga puluhan tahun di kepalaku.
Oh, keterbatasan kemampuan!