”… Kerah yang menjepit uang di batang leher, kerah terjepit utang, kerah yang memisahkan hati dari kepala, kerah berkancing rapat bersiasat di dalam rapat-rapat, kerah putih yang menunggang kerah biru di atas pelana mesin besi baja efisiensi industri.
Wajah-wajah. Jeruji-jeruji dari duka lara, membujur turun dari dahi ke dagu, dari maskara ke gincu, berbedak kebanggaan tebal-tebal, mengubur luka dalam-dalam. Mengerumuni kenyamanan, mencandu kesibukan. Aku melihat kaki-kaki mereka berseliweran, sepatu-sepatu tak berdebu. (Cala Ibi)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar