bumi
episode 1
Untuk kakak
Kak saya terlahir
dengan keadaan finansial yang tak begitu baik tak sesuai lah dengan mimpi-mimpiku
untuk sekolah saja saya begitu kesusahan, tapi saya seorang idealis kak,
seorang pemimpi besar saya ingin bercerita banyak ama kakak sudihlah kakak
mendengarnya semoga kisah saya jadi buku kakak hee atau mungkin jadi inspirasi buat tulisan
tulisan kaka kelak.
Tau gak kak demi
hanya ingin sekolah keperguruan tinggi carany menyedihkan tau kak saya harus
bekerja dipergudangan yang tau gak berang-barang dipergudangan rata-rata
beratnya 15 kg paling ringan 8 kg dan yang paling berat bisa mencapai 40 kg
bayangkan berapa ratus bahkan sampai ribuan item didalam gudang dan itu setiap
harinya harus saya muat kedalam bak bak mobil besar setiap harinya, bayangkan
kak dengan tubuh yang hanya tinggi160an dan berat 43an, saya harus melemparnya
setidaknya ratusan barang yang harus saya lempar setiap harinya. saya harus
membangun semangat setiap harinya kak untuk mencapai target saya itu menyedihkan
kak seperti hikayat hikayat buya hamka dan kalo difilmkan kak mungkin jadi film
sekelas van der wijck mungkin. Heeehe
Kak saya salah
gak sih kak apa saya gak boleh punya impian yang besar saya terlahir
dilingkungan manusia yang pesimis kak
Namanya bumi nama
pemberian kakeknya, nama yang aneh entah apa artinya. Dan sampai kakeknya
meninggal sayangnya dia belum sempat
menanyakan arti dari nama itu. Bumi, seorang pemimpi besar yang meski dengan
kondisi sulit dia terus melanjutkan mimpinya, teringat dulu sewaktu masa
sekolah pak handi guru bahasa inggris menanyakan perihal setelah lulus. di
depan sebuah kelas dengan muka sedikit garang. Maklum bisa dibilang pak
handi termasuk guru killer jika ada yang
menanyakan pak handi dimana pasti jawabannya “pak handi lagi dilapangan biasa
lagi ngehukumin anak yang bolos kemaren” tapi selain guru killer dia juga
termasuk guru yang,,, upzz kenapa ngebahas pak handi, kita lanjutin
ceritanya,,, mhm pass dengan muka sedikit garang pak handi menanyai satu
persatu murid dikelas itu “setelah lulus sekolah kalian mau kemana.?” Dibangku
sebelah kanan berdiri dengan tegap namanya didot dengan kaca min yang tebel didot memang selalu
antusias dengan pertanyaan-pertanyaan guru meski record nilai terbesarnya
selama sekolah 6 , didot sekaligus sahabat bumi. crewet, berani, gokil, seru dan
satu lagi jangan coba-coba ngunciin dia digudang bisa geger otak gak becanda
kok paling dia bakalan mimisan karena manusi gendut yang satu ini paling takut
ama kecoak, mau lu suruh ngerjain polisi juga nui orang saik Cuma ya itu kecoak
men ya itulah didot. dan dengan gamblangnya menjawab “aku mau kuliah pak masuk
pakultas tata usaha setelah itu sukses pak” gampang banget ya tiba-tiba langsung sukses paling jadi sales
panci, kalo udah lulus heee becanda ko dot moga kelak lu sukses dot amin, “saya
sih akan kuliah pak di oxford pak” begitulah ipan yang laga,nya sok ganteng
dengan sedikit narsis yang berlebih,slengean meski selalu lupa tutup resleting
celananya. Ipan satu dari dua sahabat bumi yang laganya paling tengil dan bumi
“saya mau kerja pak” didot dan ipan menatap sebentar kearah bumi “kenapa mau
kerja” jawab pak handi smbil menepiskan
kerut dahinya karena terheran. Maklum bumi adalah murid dari kalangan miskin
tak seperti yang lainnya. “setelah saya punya cukup uang saya akan kuliah ko
pak” kedua sahabatnya tersenyum sambil menepuk pundaknya bumi berucap “sampe
kapan kita akan terus bersama?” sampai mati jawab ipan dengan lagak yang
sedikit serius , gak ketinggalan didot “sampai kita punya cucu dan cucu kita,
kita sekolahin bareng biar kaya kita ya ngga.. sahabat selamanya” bumi
tersenyum “sahabat selamanya” sambil mengacungkan tangan keatas ketiganya teriak.
gubrakkkkk “duduk kembali” pekik pak handi
Sperti biasa
sepulangnya sekolah ketiga anak muda ini pergi ketempat tongkrongan mereka,
disebuah atap suatu rusun dimana salah satu rumah dirusun itu rumah bumi,
seperti biasa mereka bisa semalaman bahkan bisa sampe pagi lagi, “kawan gue kepikiran pertanyaan pak handi
tadi deh” bumi bergumam, “kenapa bumi” jawab didot sambut bumi dengan wajah
menatap kelangit dengan nada sendu “sadar gak men, kita gak bakalan bisa kaya
gini lagi men, kita bakalan pisah, lu bedua kuliah. lah gua, gua harus cari
kerja, tapi tenang gua janji ama lu pada, kelak kalo uang ua udah cukup buat
kuliah gua bakalan susul kalian disana”. Ipan teriak ” woooooo.... itu baru
sahabat gue” tak terasa smalaman mereka diatap dengan masih berbaju sekolahnya,
banyak tawa yang mereka ciptakan disana, canda dan sekaligus obrolan-obrolan gak
penting merekan obrolkan, memang begitulah dimarkasnya layaknya dunia milik
mereka bertiga, markas yang sudah disiapkan begitu lengkap mereka isi dengan
makanan-makanan yang cukup, bumi tak perlu susah-susah mencari uang
dikantongnya karena memang selalu tidak ada, bumi sudah cukup segalanya punya
sahabat ipan dan didot karea mereka mengerti keadan sahabatnya bumi, bumi
adalah seorang anak yang kuat hatinya meski sedikit jail tapi bumi termasuk
anak yang berbakat dalam segala bidang pelajaran, bumi seorang yang cerdas tak
heran jika dia jadi idola disekolahnya dengan wajah yang terlahir tampan
gampanglah bumi menarik banyak perhatian-perempuan dikelasnya,
kenangan itu
membekas di ingatan bumi
“Pak bumi.....
pak bumi” teriak sekretarisnya sambil mengetuk_ngetuk pintu
Bumi masih
tersipu mengingat kejadian masa lalunya.
Sampai sampai sekertarisnya mengetuk kembali “pak,,,.. pak bumi” dengan
kaget bumi mengelak “oh iya masuk” tegas bumi, “ini pak ada berkas yang harus
di tanda tangani” bumi pun segera menanda tangani.. “oh iya seminggu kedepan
jadwal pertemuan saya dengan klien dicancel” ucapnya, “tapi pak pertemuan
dengan pak jono besok bagaimana bukankah itu penting sekali” sekertarisnya meraung
“cancel semuanya”.. dengan muka cemberut sekertaris itu bergumam “baru kali ini
pak bumi bersikap acuh ama kliennya biasanya bapak selalu melayani tamunya
dengan baik” sambil membereskan berkas yang sudah ditanda tangani..................................
pikiran.ny lagi buntu belon dilanjutin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar