Senin, 05 Januari 2015




bumi


 episode 1


Untuk kakak
Kak saya terlahir dengan keadaan finansial yang tak begitu baik tak sesuai lah dengan mimpi-mimpiku untuk sekolah saja saya begitu kesusahan, tapi saya seorang idealis kak, seorang pemimpi besar saya ingin bercerita banyak ama kakak sudihlah kakak mendengarnya semoga kisah saya jadi buku kakak hee  atau mungkin jadi inspirasi buat tulisan tulisan kaka kelak.
Tau gak kak demi hanya ingin sekolah keperguruan tinggi carany menyedihkan tau kak saya harus bekerja dipergudangan yang tau gak berang-barang dipergudangan rata-rata beratnya 15 kg paling ringan 8 kg dan yang paling berat bisa mencapai 40 kg bayangkan berapa ratus bahkan sampai ribuan item didalam gudang dan itu setiap harinya harus saya muat kedalam bak bak mobil besar setiap harinya, bayangkan kak dengan tubuh yang hanya tinggi160an dan berat 43an, saya harus melemparnya setidaknya ratusan barang yang harus saya lempar setiap harinya. saya harus membangun semangat setiap harinya kak untuk mencapai target saya itu menyedihkan kak seperti hikayat hikayat buya hamka dan kalo difilmkan kak mungkin jadi film sekelas van der wijck mungkin. Heeehe
Kak saya salah gak sih kak apa saya gak boleh punya impian yang besar saya terlahir dilingkungan manusia yang pesimis kak 


Namanya bumi nama pemberian kakeknya, nama yang aneh entah apa artinya. Dan sampai kakeknya meninggal  sayangnya dia belum sempat menanyakan arti dari nama itu. Bumi, seorang pemimpi besar yang meski dengan kondisi sulit dia terus melanjutkan mimpinya, teringat dulu sewaktu masa sekolah pak handi guru bahasa inggris menanyakan perihal setelah lulus. di depan sebuah kelas dengan muka sedikit garang. Maklum bisa dibilang pak handi  termasuk guru killer jika ada yang menanyakan pak handi dimana pasti jawabannya “pak handi lagi dilapangan biasa lagi ngehukumin anak yang bolos kemaren” tapi selain guru killer dia juga termasuk guru yang,,, upzz kenapa ngebahas pak handi, kita lanjutin ceritanya,,, mhm pass dengan muka sedikit garang pak handi menanyai satu persatu murid dikelas itu “setelah lulus sekolah kalian mau kemana.?” Dibangku sebelah kanan berdiri dengan tegap namanya didot  dengan kaca min yang tebel didot memang selalu antusias dengan pertanyaan-pertanyaan guru meski record nilai terbesarnya selama sekolah 6 , didot sekaligus sahabat bumi. crewet, berani, gokil, seru dan satu lagi jangan coba-coba ngunciin dia digudang bisa geger otak gak becanda kok paling dia bakalan mimisan karena manusi gendut yang satu ini paling takut ama kecoak, mau lu suruh ngerjain polisi juga nui orang saik Cuma ya itu kecoak men ya itulah didot. dan dengan gamblangnya menjawab “aku mau kuliah pak masuk pakultas tata usaha setelah itu sukses pak” gampang banget ya  tiba-tiba langsung sukses paling jadi sales panci, kalo udah lulus heee becanda ko dot moga kelak lu sukses dot amin, “saya sih akan kuliah pak di oxford pak” begitulah ipan yang laga,nya sok ganteng dengan sedikit narsis yang berlebih,slengean meski selalu lupa tutup resleting celananya. Ipan satu dari dua sahabat bumi yang laganya paling tengil dan bumi “saya mau kerja pak” didot dan ipan menatap sebentar kearah bumi “kenapa mau kerja” jawab pak handi smbil  menepiskan kerut dahinya karena terheran. Maklum bumi adalah murid dari kalangan miskin tak seperti yang lainnya. “setelah saya punya cukup uang saya akan kuliah ko pak” kedua sahabatnya tersenyum sambil menepuk pundaknya bumi berucap “sampe kapan kita akan terus bersama?” sampai mati jawab ipan dengan lagak yang sedikit serius , gak ketinggalan didot “sampai kita punya cucu dan cucu kita, kita sekolahin bareng biar kaya kita ya ngga.. sahabat selamanya” bumi tersenyum “sahabat selamanya” sambil mengacungkan tangan keatas ketiganya teriak. gubrakkkkk “duduk kembali” pekik pak handi
Sperti biasa sepulangnya sekolah ketiga anak muda ini pergi ketempat tongkrongan mereka, disebuah atap suatu rusun dimana salah satu rumah dirusun itu rumah bumi, seperti biasa mereka bisa semalaman bahkan bisa sampe pagi lagi,  “kawan gue kepikiran pertanyaan pak handi tadi deh” bumi bergumam, “kenapa bumi” jawab didot sambut bumi dengan wajah menatap kelangit dengan nada sendu “sadar gak men, kita gak bakalan bisa kaya gini lagi men, kita bakalan pisah, lu bedua kuliah. lah gua, gua harus cari kerja, tapi tenang gua janji ama lu pada, kelak kalo uang ua udah cukup buat kuliah gua bakalan susul kalian disana”. Ipan teriak ” woooooo.... itu baru sahabat gue” tak terasa smalaman mereka diatap dengan masih berbaju sekolahnya, banyak tawa yang mereka ciptakan disana, canda dan sekaligus obrolan-obrolan gak penting merekan obrolkan, memang begitulah dimarkasnya layaknya dunia milik mereka bertiga, markas yang sudah disiapkan begitu lengkap mereka isi dengan makanan-makanan yang cukup, bumi tak perlu susah-susah mencari uang dikantongnya karena memang selalu tidak ada, bumi sudah cukup segalanya punya sahabat ipan dan didot karea mereka mengerti keadan sahabatnya bumi, bumi adalah seorang anak yang kuat hatinya meski sedikit jail tapi bumi termasuk anak yang berbakat dalam segala bidang pelajaran, bumi seorang yang cerdas tak heran jika dia jadi idola disekolahnya dengan wajah yang terlahir tampan gampanglah bumi menarik banyak perhatian-perempuan dikelasnya, 
kenangan itu membekas di ingatan bumi
“Pak bumi..... pak bumi” teriak sekretarisnya sambil mengetuk_ngetuk pintu
Bumi masih tersipu mengingat kejadian masa lalunya.  Sampai sampai sekertarisnya mengetuk kembali “pak,,,.. pak bumi” dengan kaget bumi mengelak “oh iya masuk” tegas bumi, “ini pak ada berkas yang harus di tanda tangani” bumi pun segera menanda tangani.. “oh iya seminggu kedepan jadwal pertemuan saya dengan klien dicancel” ucapnya, “tapi pak pertemuan dengan pak jono besok bagaimana bukankah itu penting sekali” sekertarisnya meraung “cancel semuanya”.. dengan muka cemberut sekertaris itu bergumam “baru kali ini pak bumi bersikap acuh ama kliennya biasanya bapak selalu melayani tamunya dengan baik” sambil membereskan berkas yang sudah ditanda tangani..................................



pikiran.ny lagi buntu belon dilanjutin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar