Selasa, 06 Januari 2015

perjalanan diri manusia



Malam ini jariku lancang menari diatas keyboard dengan penuh percaya diri, entah apa yang ingin dia tulis akupun tak tau, ditemani secangkir kofi dengan kadar kafein yang sedikit lebih kuat dari biasanya, dan kulihat dijendela rasi scorpio terlihat jelas seakan menandakan musim hujan akan datang didaerah kami

perjalanan diri manusia
Aku tak begitu mengerti perjalanan waktu mempengaruhi setiap diri manusia dan akhirnya selalu mengindikasikan kekacauan, kecenderungan pemberontakan yang berkecamuk didiri manusia hingga mempengaruhi batasan batasan nilai dan norma yang harus dijalaninya
Manusia berusaha menyadari dirinya sebagai subjectum yaitu sebagai  pusat realitas yang menjadi ukuran segala sesuatu, manusia menekuni dirinya dengan terus mencari jati diri.  Bagaimana bisa memahami obyek diluar dirinya  sedangkan dirinya masih belum dikenali. Sejak saat itu,  manusia memngembara dalam dunia dengan pertanyaan yang senantiasa menghinggapinya, “siapakah aku”
Pertanyaan pertama yang menghantarkan diri manusia sampai ditempat dimana dirinya melanglang buana hingga saat ini, dalam semangat itu pula kisah kisah nan sentralis dalam hidup seseorang dilalui, tangisan, luka, tawa, sedih, bahagia menjadi sebuah ingatan-ingatan yang merubah tingkah seseorang menjadi seperti sekarang, “ia belum selesai dengan dirinya” pencarian identitas ini tidak akan pernah selesai sampai dirinya tersesat dan mereka menyadari bahwasannya yang terbaik adalah kembali menjadi diri mereka yang seperti dulu,
namun bagi setiap diri manusia tidaklah mudah untuk kembali menjadi diri mereka yang seperti dulu karena apa yang dilalui dalam hidup diri seseorang menyimpan traumatik yang sulit untuk dilaluinya, inilah hidup selalu dihinggapi benda yang bernama “ketidak pastian” lalu seseorang merencanakan masa depannya saat itu pula mereka mulai berangan angan memimpikan kehidupan yang lebih baik, mencita-citakan hal yang mungkin saja bisa di raihnya, membuat jurnal jurnal yang harus dilaluinya dengan harapan semua itu bisa didapat dengan perencanaan yang baik, dan harapan pun muncul seiring dengan apa yang dikerjakannya untuk mewujudkan cita-citanya, namun harapan selalu saja meminta tumbal bernama luka yang akan membayangi setiap kesempatan untuk jatuh kembali, bagi sebagian diri manusia akan menyerah ketika dihadapkan satu kegagalan yang melukai hati dan perasaannya namun ada sebagian manusia yang selalu bangun kala mereka dihadapkan dengan kenyataan yang melukai hati mereka disinilah peran tuhan dengan masa depan seorang manusia ditentukan.. . aku pernah mendengar perkataan “bahwasannya masa depan hanyalah milik mereka, milik orang-orang yang percaya akan keindahan  mimpi-mimpi mereka”

bete akh nanti dilanjutin lagi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar