Malam ini jariku
lancang menari diatas keyboard dengan penuh percaya diri, entah apa yang ingin
dia tulis akupun tak tau, ditemani secangkir kofi dengan kadar kafein yang
sedikit lebih kuat dari biasanya, dan kulihat dijendela rasi scorpio terlihat
jelas seakan menandakan musim hujan akan datang didaerah kami
perjalanan diri manusia
Aku tak begitu
mengerti perjalanan waktu mempengaruhi setiap diri manusia dan akhirnya selalu
mengindikasikan kekacauan, kecenderungan pemberontakan yang berkecamuk didiri
manusia hingga mempengaruhi batasan batasan nilai dan norma yang harus
dijalaninya
Manusia berusaha
menyadari dirinya sebagai subjectum yaitu sebagai pusat realitas yang menjadi ukuran segala
sesuatu, manusia menekuni dirinya dengan terus mencari jati diri. Bagaimana bisa memahami obyek diluar
dirinya sedangkan dirinya masih belum
dikenali. Sejak saat itu, manusia
memngembara dalam dunia dengan pertanyaan yang senantiasa menghinggapinya, “siapakah
aku”
Pertanyaan pertama
yang menghantarkan diri manusia sampai ditempat dimana dirinya melanglang buana
hingga saat ini, dalam semangat itu pula kisah kisah nan sentralis dalam hidup
seseorang dilalui, tangisan, luka, tawa, sedih, bahagia menjadi sebuah
ingatan-ingatan yang merubah tingkah seseorang menjadi seperti sekarang, “ia
belum selesai dengan dirinya” pencarian identitas ini tidak akan pernah selesai
sampai dirinya tersesat dan mereka menyadari bahwasannya yang terbaik adalah kembali
menjadi diri mereka yang seperti dulu,
namun bagi setiap
diri manusia tidaklah mudah untuk kembali menjadi diri mereka yang seperti dulu
karena apa yang dilalui dalam hidup diri seseorang menyimpan traumatik yang
sulit untuk dilaluinya, inilah hidup selalu dihinggapi benda yang bernama “ketidak
pastian” lalu seseorang merencanakan masa depannya saat itu pula mereka mulai
berangan angan memimpikan kehidupan yang lebih baik, mencita-citakan hal yang
mungkin saja bisa di raihnya, membuat jurnal jurnal yang harus dilaluinya
dengan harapan semua itu bisa didapat dengan perencanaan yang baik, dan harapan
pun muncul seiring dengan apa yang dikerjakannya untuk mewujudkan cita-citanya,
namun harapan selalu saja meminta tumbal bernama luka yang akan membayangi
setiap kesempatan untuk jatuh kembali, bagi sebagian diri manusia akan menyerah
ketika dihadapkan satu kegagalan yang melukai hati dan perasaannya namun ada
sebagian manusia yang selalu bangun kala mereka dihadapkan dengan kenyataan
yang melukai hati mereka disinilah peran tuhan dengan masa depan seorang
manusia ditentukan.. . aku pernah mendengar perkataan “bahwasannya masa depan
hanyalah milik mereka, milik orang-orang yang percaya akan keindahan mimpi-mimpi mereka”
bete akh nanti
dilanjutin lagi

Tidak ada komentar:
Posting Komentar