Senin, 28 September 2015

tadinya



Suatu ketika ada seorang anak bodoh yang menyadari kebodohannya, ia tak peduli dengan apapun selain belajar dan belajar namun suatu ketika ada sesuatu didunia ini yang mengalihkan perhatiannya dan dia mulai memikirkan dan semenjak saat itu belajar bukan lagi menjadi satu-satunya hal yang dipikirkannya, sesuatu itu ialah perempuan. Ia jatuh cinta dan mulai menggeser prinsip belajarnya itu sudah lama ia mengabaikan apapun yang ada dihadapannya namun kali ini bagi dia berbeda, malam demi malam dilaluinya pesan-pesan selulerpun mulai mengalir begitu saja mengungkapkan setiap rindu, dan mengobrol semalaman tak lantas terlewatkan olehnya, dan puisi yang dianggapnya sakral mulai memenuhi inbox
taman
 Taman punya kita berdua
tak lebar luas, kecil saja
satu tak kehilangan lain dalamnya.
Bagi kau dan aku cukuplah
Taman kembangnya tak berpuluh warna
Padang rumputnya tak berbanding permadani
halus lembut dipijak kaki.
Bagi kita bukan halangan.
Karena
dalam taman punya berdua
Kau kembang, aku kumbang
aku kumbang, kau kembang
Kecil, penuh surya taman kita
tempat merenggut dari dunia dan ‘nusia
                                                                                           

 namun suatu ketika pesan-pesan yang terkirim hanya sebuah kepalsuan maka puisi sakral itu pun berubah
Tadinya taman
 Tadinya taman punya kita berdua
tak lebar luas, kecil saja
satu tak kehilangan lain dalamnya.
Bagi kau dan aku cukuplah
T
adinya taman kembangnya tak berpuluh warna
Padang rumputnya tak berbanding permadani
halus lembut dipijak kaki.
Bagi kita bukan halangan.
Karena
dalam taman punya berdua
Tadinya Kau kembang, aku kumbang
Tadinya aku kumbang, kau kembang
Kecil,
Tadinya penuh surya taman kita
tempat merenggut dari dunia dan ‘nusia
tadinya

dibawah blood supermoon aku mengigau



Pukul sepuluh tujuh belas menit petang, jariku tak tahan mengalir begitu saja, tak tau ingin bicara seperti apa mulut dan hati ini namun jemariku mewakilinya seakan dia tahu apa yang harus dilakukannya jika tuannya mulai bingung apa lagi yang harus dilakukan selain mengigau dibalik layar empat belas incinya, berharap kantuk melanda kepalanya, “akh kau mau saja diperbudak daging abu-abu beku itu” Seakan jariku bisa bicara ketika bibir ini tak sanggup lagi memuntahkan sepatah atau dua patah kata yang tak biasa didengar sebelumnya,  terkadang dalam imajiku layar empat belas inci ini pun berbicara mencaci, mengutuk sipemiliknya “kau itu produk gagal buat apa kau menyuruhku menemanimu tak ada gunanya berbincang denganku aku tak akan meladenimu” akh kadang saat tak ada lagi suara, pikiranku melayang begitu saja berimajinasi bebas, sarkas, namun kucoba mengimbanginya dengan akal sehat maka terciptalah brisan kata konyol ini mengisi ruang di backgroun putih berikon W (microsoft office word), yah tak mau kondisi ini terus berkelanjutan maka kucabut teman terbaiku dari ruamah merahnya dipaksa untuk menemaniku dengan asap ajaibnya yang dapat membawa penat setiap apa yang dikeluarkannya dari dalam tubuhku, hari senin dipenghujung bulan september dua ribu lima belas, kupikir malam ini tak seperti biasanya begitu sunyi, sepi, suara jangkri berbaur  suara serangga-serangga kecil menjadi instrument yang menggambarkan malam ini begitu basi terlihat super moon dengan warna yang sedikit lebih merah dan berukuran lebih besar konon malam ini penomena langka karena kita bisa menyaksikan bulan besar dengan warna merah darah aku pikir malam ini adalah malam dimana invinite tskuyomi diaktifkan oleh madara akh tapi itu hanya ada di manga masashi kisimoto, hii mungin bulan sedang terluka didera rasa patah hati melihat kondisi bumi yang sudah begitu renta diperkosa oleh manusia-manusia keji, bagaimana tidak beertepatan dengan bulan ini banyak sekali kejadian kejadian yang begitu menyakitkan bila kita saksikan banyak berita-berita entah dari tv atau media sosial banyak dikabarkan orang-orang saling membunuh satu sama lain, bayak hutan terbakar oleh kepentingan manusia rakus, banyak fitnah sana-sini, lalu baru saja saya dengan di tiur tengah sana tepatnya dibumi para nabi, bumi palestina hari ini zionis kembali mulai menginvasi al-quds provokasi berkepentingan untuk menyulut api peperangan, darah, jiwa-jiwa tanpa noda akan kembali jadi taruhan untuk sesuatu yang tak bernilai jika dibandingkan dengan nyawa seorang anak kecil yaitu kekuasaan, miris sekali saya mendengarnya tapi itulah kennyataannya. Aku disini hanya bisa melihat bagaimana sisi kemanusiaan dari manusia perlahan hilang, nyawa tak lagi berharga daripada uang, padahal amnusia diciptakan sebagai khalifah yang tentu saja pungsinya jelas menjaga dan merawat agar bumi ini menjadi tempat yang yaman demi keberlangsungan hidup manusia namun kini itu semua diabaikan begitu saja.

Selasa, 22 September 2015

butterfly effect story

Yaah hanya bisa berkutat pada mesin pencari google, mencoba mengisi wawasan meski daging berwarna abu-abu ini bebal effek asap dari tembakau berkepala oranye, disadari atau tidak yaaaaaah de.javu berseri hampir tiap malam dengan rutinitas yang serupa maka tidak dipungkiri de.javu menghampiriku mungkin tiga kali sehari, udah kaya makan obat deh kayanya. Banyak orang bilang de.javu disebabbkan oleh hal yang pernah terekam oleh memori namun tak disadari. Mungkin jawabku “atau mungkin bisa jadi aleh rutinitas yang konyol yang tak diingini”. Hiiiihi #gigless semenjak bekerja disebuah pergudangan tak lagi jadi rutinitasku kini tidur berjam-jam, makan sedikit, lalu mengetik satu atau sampai dua patah kata jadi hal yang mungkin dibilang kesibukannku, haahaa tidur kok menjadi kesibukan #gak papa lah “ngomong sendirian”
Jam berdetak begitu cepat waktu tak pernah bisa ku kejar seakan dunia berputar lebih cepat dari biasanya, sudah 2 bulan aku tergeletak disebuah dunia entah berantah, berpetelualang dengan imaji, di dalam kotak penuh warna dan barisan kata yang tak biasa, aku seakan terbang membayangkan sosok gadis menjengkelkan yang pernah ku temui, aku di telan rasa benci ufffs terkadang jika teringat setahun silam saat butiran gula yang kutuangkan tak di terima oleh gelas yang kupikir terlihat kosong, namun dari kekosongan itu terlihat sekat bening yang mengelabui, umpama predator dengan kamuplasenya. aku ditipu, dibohongi, dirayu, disogok oleh ucapan-ucapan jemari lentik melalui keyboard virtualnya aku percaya, lalu tubuhku tak kuasa ku kendalikan hingga sampai aku dipertengahan lampu merah, dengan kikuk aku mengendarai roda dua, uffss aku yakin dentingan waktu dalam lampu trotoar itu mengubahku menjadi sekarang, butterfly effect

Minggu, 20 September 2015

the weakest home lyrics subtitle indonesia

Wainna auhanal buyuut la baitul ankabuut lau kaanu ya’lamun

“...dan sesungguhnya rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba, jika mereka mengetahuinya” (Qs.Al Ankabut ayat 41)
Bukan hanya karena jaringnya, tapi juga krena apa yang terjadi didalamnya sarang yang penuh dengan pertengkaran kejam, pasangan hidup yang saling menyakiti, mereka saling memakan. Setelah selesai berhubungan, laba-laba betina akan memakan yang jantan. Memakan pasangannya sendiri. Sungguh menjijikan. Begitupun dengan anak-anaknya. Setelah dewasa, mereka akan memakan ibunya sendiri. Betapa seram dan kejam. Aku tak ingin membayangkannya, tapi itu realita. Dan keluarga laba-laba dijadikan perumpamaan, bukan karena tuhan kejam, tapi karena Allah ingin membuktikan bahwa rumah paling rapuh adalah yang penghuniinya disalah gunakan.
Pernikahan seharusnya membawa kebahagiaan, dan rumah adalah tempat berlindung  yang penuh ketentraman dan rasa nyaman. Dan seandainya ada pertengkaran, sadarlah bahwa pernikahan bukan hanya tentang dirimu seorang, tapi adalah dua orang yang belajar hidup menjadi satu didalam yang merasa saling memiliki dengan cinta, kebaikan dan kemurahan hati. Dimana tak perlu bertengkar setiap ada hal kecil yang salah. Karena, kau tak akan bisa membina rumah tangga dengan kekerasan dan berharap akan kokoh. Lelaki macam apa yang bisa menyakiti istrinya, membiarkannya berdarah dalam gelapnya malam, melukai jiwanya untuk selamanya. Sang istri yang berusaha menutupi memar dari pandangan orang lain. Suami yang selalu menuntut tanggung jawab istri tanpa mengingat tanggung jawabnya sendiri. Sebagai suami kau seharusnya menafkahi, melindungi, menghargai, menuntun dan menjaga istrimu. Kau dalah pelindungnya, pasangan hidupnya, pangerannya, yang harusnya mempesonanya, kesatrianya yang berkilau tapi sang kesatria berubah menjadi mimpi buruk, ketika kau mulai menyakitinya dan istrimu berlutut sambil memohon, “tolong redakan amarahmu aku mohon kesabaran adalah utam, mungkin aku tak mendengarmu tadi aku tak bermaksud menyiinggungmu kumohon jangan marah kumohon, jangan sampai anak kita melihat ayahnya seperti ini” sungguh memuakkan dan menyedihkan, bahwa hal ini sungguh terjadi di sekitar kita begitu banyak rumah dengan keluarga yang rusak sungguh bencana kalau kita melupakan makna pernikahan.  Apakah kau lupa siapa pria terbaik.? “Adalah mereka yang berlaku terbaik pada istrinya” itulah sabda dari seseorang yang tak akan pernah melukai budak, anak, atau istri dalam sepanjang hidupnya rasulullah (SAW). Beliau lah panutan terbaik untuk belajar cara memperlakukan wanita. Seandainya istri beliau memasak untuknya, beliau pasti memakannya, dan bila tak enak beliau tak akan menunjukan rasa tidak suka barang sedikitpun. Bahkan beliau selalu menolak undangan makan kecuali istrinya juga diundang. Beliau selalu membantu kerjaan rumah sang istri agar memperingan bebannya. Beliaulah kesempurnaan dalam sikap sopan, dan beliau mengajarkan bahwa pri terkuat bukanlah yang tahu bagaimana cara bertarung  tapi adalah yag bisa menahan amarahnya. Maka bersabarlah saudaraku. Apakah kau akan membiarkan kalau ibumu, anak perempuanmu, atau saudara perempuanmu disakiti? Kau tak akan bisa melihat pria lain menyiksa mereka.  Jadi sebelum  kau bahkan berpikir untuk memukul istrimu dan membuatnya trauma ingatlah bahwa dia adalah ibu, anak dan saudara milik orang lain. Wahai para istri, tak ada manusia yang berhak hidup selalu dalam kekerasan. Jadi bila suamimu menyakitimu, jangan hanya diam dan berjuang sendirian tapi mintalah bantuan pada Allah (SWT), dan kemudian orang lain dan biar semua tahu kau tak terima lagi untuk hidup dirumah yang paling rapuh. Kekerasan terhadap perempuan, islam berkata tidak. .

Kamis, 17 September 2015

dimana pemimpin muslim

Kita melihat kematian, kehancuran. sebagian orang merasakan sakit, sedih dan sebagiannya lagi acuh tak peduli, kita melihat kucuran darah dari pembuluh darah mereka, melihat potongan daging segar terbang. kehancuran mereka , tangisan, jeritan dijalan-jalan dan malam bergema seperti adzan, “Allahu akbar Allahu akbar Allahu akbar” tapi tak ada satupun yang ada disana, sibuk dengan layarnya, lifestyle, dan majalah. Dimana kita ? didepan layar melihat palestina, suriah, irak membayar kemerdekaan... lalu apalagi yang hancur selanjutnya, berbondong-bondong imigran pergi ke eropa, lalu dimana saudi arabia, mesir, bahrain, kuwait dimana pemimpin muslim... dimana mereka...  pergi berkilo-kilo meter bayangkan timur tengah ke eropa  hanya untuk mencari tempat untuk tidur.
 Apakah kita benar manusia? Kita menutup mata, telinga, hati dan pikiran kita untuk penderitaan tersebut...
apakah kita benar benar manusia mengejar dan merawat kertas-kertas hijau nominal
 apakah kita benar manusia? Ketika kita menangisi layar retak tapi menutup mata akan tengkorak-tengkorak retak

Apakah kita layak menyandang status sebagai MANUSIA ?

Purpose of life

Purpose of life

What Are We Doing Here, And Where Are We Gonna Go
Besides We Just Woke Up One Morning, And Then It's Welcome To The Show
Dont Ask Any Questions Just Go With The Flow
Make As Much Money As You Can, And Try Your Best Not To Get Broke
Copy Everything You See On A T.v., From A Hairstyles To The Clothes
And Dont Think To Often, Just Do Exactly As You're Told
And If You Ever Get Confused, Then Just Turn Towards The Alcohol
You Still Here Thoughts? Then Just Turn Up The Radi-o
As You Learn To Live A Lifestyle Of Drugs, Sex, And Rock-n-roll

But In All Honesty, I Just Need To Know
Is There More To The Cycle Than Owing And Getting Owed
Livin And Dyin Just To Leave Behind A Happy Home
And A Whole Lotta Property That Just Somebody Else Is Gonna Own
I Just Really Need To Know Before The Caste Gets Closed
Because M Not Willing To Gamble With My Soul, Nor Am I Ready To Take Any Chances
These Are Just Simple Life Questions And M Just Searching For Some Answers
Like What Are We Doing Here? What Is Our Purpose?
How Did We Get Here And Who Made Us So Perfect?
Or What Happens Once We Go, For Is This World Really Worth It?
Questions We Dont Answer, B'coz Apparently We Dont Really Have To.
There's No Purpose To This Life And Our Existence Its Merely Natural

Then In That Case Please Let Me Ask You
Did You Create Yourself? Or Was It Somebody Else Who Had Fashioned You?
Coz You're A Being That's Impecable, For Less Than Unparalleled
You're A Product Of Supreme Intelligence, And Are Merely Being Irrational
For There Isnt A Camera On This Earth That Has Come Close To The Human Eye
Nor A Computer That Can Compete Alongside A Human Mind
And If The Whole World Was To Come Together, We Wouldn't Be Able To Create A Single Fly
So Many Signs Yet We Still Deny

Science Tries To Justify That All This Could Come From None
When It's A Simple Sum, Zero Plus Zero Plus Zero Cannot Possibly Ever Give You One
So From Where Did All This Order Come?
For Everything Has It's Origins, A Maker, A Creator Of Its Own
I Mean The Only Reason You're Watching This Video Because Somebody Had To Press Upload
So We Can Believe In The Big Bang But I Would Rather Believe In He Who Caused It To Explode
Allaah! The Creator Of Everything Along With Every Single Soul
The Ever Living, The Master, The Only One Who Is In Control
Unlike His Creation Beyond Our Imagination
And Know! He's Not A Man Nor Does He Has Any Partners In Association, He's On His Own
And Know He Did Not Ever Leave Us Alone
Just Like Every Man Of Factura, He Left Us With An Instruction Manual
The Qur'aan And Islam And M Sorry To Jump To Conclusion But Its The Only One Possible

The Only Definition Of God Is The One And Only, Supreme Being. It's Logical!
A Book With Zero Contradictions, With Miracles That Are Both Scientific And Historical
All Are Viewed Over 1400 Years Ago
Like The Detailed Description Of The Human Embryo
"the Descriptions Of The Human Embryo In The Quran Cannot Be Based On Scientific Knowledge In The 7th Century" - (a Scientist In The Video)
To The Mountains As Pegs Holding Firm The Earth Below
And The Two Seas That Dont Mix In A Complete Separate Flow
To The Planets In Orbit, Alternating Night And Day As They Stay In Flow
The Expansion Of The Universe And The Creation Of Everything From H2o To The Stories Of The Past And The Preservation Of Pharaoh
To Identifying The Lowest Point In Land Where The Persia Defeated Rome
The Gushing Fluid That Created Man In The Glands Between Ribs And The Backbone

And Not A Word Has Changed, Its Still The Same. So Please Explain How All This Was Known?
Over 1400 Years Ago, To A Man Who Couldn't Read Or Write, As He Would Recite Whatever The Angels Spoke.
And If You Still Dont Believe, Please Try To Come Up With Something That's Even Close
But You Can't. So We Took God As A Mockery And His Messenger As A Joke.
Dismiss These Scriptures And Legends And The Tails Of The Ancient Folk, As We Live Life According To Our Whims, Desires And Hopes
Saying This Life Is The Only Home We Would Ever Know. We Will Live And Die And Simply Turn To Bones.
Yo-lo. Correction. After The Grass Dies, The Rain Arrives And It Re-grows.
And Allah Promises To Do This Same Thing To Your Very Soul.
And Bring You Back From Your Very Fingertips To Your Toes
As The All-seeing Supreme Being Watches Us So Close. And We Are Surely Being Tested.
In Our Wealth, Our Health, In Our Self And Everything That We've Been Blessed With
So Believe For We Will Surely Be Ressurected And Be Brought Back To Our Lord
And Account For Every Single Deed As He Hands Us Our Books (of Our Deeds In This World) And Orders Us To Read
From The Bad To The Good And Everything In Between.
You Yourself Was Sufficient For Your Own Accountability
So Dont Be Mad At Me, You Were The One Who Thought Who Wouldnt Come Back To Me
I Gave You A Whole Life Long To Search After Me, But You Were Busy In All That Which Was Temporary
So Read! And Glad Tidings To All Those Who Believe. Then If You Disbelive, Read!
And Dont Let That Day Be The First Day You Find Out What Your Life Really Means. Read!

Kamal saleh

Selasa, 15 September 2015

abu hanifah

 Di zaman Imam Abu Hanifah rahimahullah terdapat sekelompok kaum Sumaniyah yang atheis. Mereka mengingkari keberadaan Allah dan menyatakan alam tercipta secara kebetulan. Langit, bumi, gunung dan lautan menurut mereka juga ada secara kebetulan.

Suatu hari mereka berdebat dengan Abu Hanifah soal keyakinan ini. Karena perdebatan berlangsung lama dan tak kunjung selesai, Abu Hanifah minta debat ditunda beberapa hari. Mereka pun menentukan hari dan waktu debat berikutnya.

Tiba jam yang disepakati, Abu Hanifah belum tiba di lokasi. “Mana Abu Hanifah? Ia terlambat, tak menepati janji?” kata orang-orang Sumaniyah kepada kaum muslimin yang hendak menyaksikan perdebatan itu.

“Mengapa kamu terlambat? Kemarin kamu mengatakan Allah itu ada dan memperhitungkan semua amalmu, mana bukti semua kata-katamu?” seorang tokoh Sumaniyah segera mencerca dengan serentetan pertanyaan begitu Abu Hanifah datang.

“Wahai semuanya,” jawab Abu Hanifah yang ternyata sengaja datang terlambat, “Jangan terburu-buru menilaiku. Saat aku hendak menyeberangi sungai, aku tidak mendapatkan perahu. Tak ada satu pun perahu di sana.”

“Lalu bagaimana kau bisa kemari?”

“Ada sesuatu yang aneh terjadi”

“Aneh? Apa itu?”

“Aku berdiri di tepi sungai. Menoleh ke kanan dan ke kiri mencari-cari barangkali ada perahu, sambil berharap semoga Allah memudahkanku datang kemari. Tiba-tiba, secara kebetulan ada angin berhembus kencang. Lalu ada petir besar menyambar. Jika ia menyambar rumah, mungkin rumah itu akan roboh. Tapi secara kebetulan petir itu menyambar sebuah pohon besar, lalu pohon tersebut terbelah menjadi dua. Secara kebetulan, robohnya ke sungai. Lalu secara kebetulan datanglah potongan besi dan ada dahan yang masuk ke sana membentuk kapak. Secara kebetulan kapak itu bergerak-gerak menghantam potongan pohon tersebut dan jadilah sebuah perahu. Tak berhenti di situ, ada dua ranting yang jatuh ke sungai dan menempel di sisi kanan dan sisi perahu, setelah itu perahu tersebut mendekat padaku dan aku naik. Begitu aku di atasnya, perahu itu mendayung sendiri dengan cepat hingga aku bisa tiba di sini. Nah, begitu ceritanya. Sekarang, mari kita lanjutkan diskusi kita, apakah alam semesta ini tercipta secara kebetulan atau tidak?”

“Tunggu sebentar! Kau ini waras atau tidak?” tanya mereka yang masih terheran-heran dengan cerita Abu Hanifah.

“Waras”

“Tapi ceritamu itu tidak masuk akal. Bagaimana mungkin sebuah perahu bisa tercipta dari petir yang menyambar secara kebetulan lalu terpotong secara kebetulan dari pohon dan ranting jatuh menempel di sisi kanan dan kiri perahu. Tidak mungkin. Untuk membuat perahu dibutuhkan orang yang mengerjakannya, memotong kayunya, memasang tali, membuat sampan dan seterusnya.”

“Subhanallah,” jawab Abu Hanifah, “Kalian mengatakan bahwa langit, bumi, gunung, laut, manusia, hewan, matahari, bulan dan bintang semuanya secara kebetulan; tapi mengapa kalian tak percaya bahwa ada satu perahu yang tercipta secara kebetulan?” jawaban itu membuat orang-orang atheis Sumaniyah terbungkam. Mereka tak berkutik.

Senin, 14 September 2015

dear mom



Teruntuk wanita yang mencintaiku sebelum aku lahir

Teruntuk wanita yang memeluk hatiku jauh sebelum ia terbentuk,Teruntuk wanita yang selalu terjaga dari senja hingga fajar dengan kelemahan demi kelemahan untuk sembilan bulan lamanya menyemangati dirinya sendiri bahwa itu adalah sesuatu yang patut diperjuangkan hingga ketika pada akhirnya ia sampai dirumah sakit itu adalah cinta pada pandangan pertama sebab ia melihat..........ku
Dia adalah seseorang yang rela memberikan sandal satu-satunya demi jari-jari kakiku tetap merasa aman dia akan selalu membuatku terlindungi meskipun faktanya dialah yang lebih membutuhkan dia selalu bangun lebih awal setiap paagi untuk berdingin-dinginan menjemur pakaian yang kita kotori berdiri didepan kompor berjam-jam memasak semangkuk makanan dan ketika aku tak pulang kerumah hatinya akan terkoyak maksudku ia takkan pernah bisa tidur ketika aku sedang bepergian dia akan menunggu sepanjang malam dibalik telepon meskipun kita tidak pernah menghubunginya jadi mengirimku pesan “tolong aku tak bisa tidur. Katakan padaku bahwa kau aman dan sehat” dan kapanpun aku sakit, dia selalu tahu apa obatnya maksudku, cinta yang ia berikan padaku adalah obat terbaik dan paling menyemuhkan komposisi teh, madu, campuran lemon... apalagi yang bisa saya minta Alhamdulillah, segala puji bagi allah. Ia melakukan itu semua tanpa meminta imbalan sedikitpun. Aku masih ingat suatu malam ketika aku kecil aku tak akan bisa tidur sampai aku merengek dari luar kamar “tolong kecup aku” dan kau akan menghampiriku cinta yang kau berikan kepadaku selama ini mustahil bisa ku abaikan aku mencintaimu, ibu. maaf aku tak pernah mengatakan ini sebelumnya aku minta maaf untuk semuanya, ibu. Aku minta maaf karena meninggalkanmu sesaat setelah kau mengajariku bagaimana merangkak aku minta maaf karena berkata “ah” setiap kau menyuruhku mengerjakan hal sederhana. Aku tak pernah membantumu mencuci pirng meskipun aku tau tanganmu sedang sakit aku minta maaf lagi dan lagi untuk semua janji yang ku ingkari dan aku minta maaf karena tidak bisa memenuhi harapanmu, dari semua itu aku minta maaf atas rasa sakit yang aku sebabkan untuk malam-malammu dan untuk panggilan yang tak aku jawab untuk setiap pertengkaran dan untuk semua tembok yang aku rusak, untuk setiap ruangan yang aku kotori dan pakaian yang hanya bisa ku acak-acak dan untuk setiap pengorbanan yang tak pernah bisa aku balas walau sekali ketika kau memutuskan menjadi ibuku yang itu berarti kau harus meninggalkan semua kesenanganmu aku tau bagaimana kau mencintainya, merindukannya aku yahu itu mengiris hatimu seperti belati tapi jika aku punya hak untukmu aku akan membiarkanmu melihatnya selama waktu yang kau bisa jadi aku berjanji untuk menjadi seorang anak yang bisa kau banggakan mulai dari sekarang.. jadi maafkanlah aku, maafkan aku atas semua yang telah aku lakukan, maafkan aku atas semua yang telah aku lakukan dari sejak aku kecil dan bodoh hanya mencari kesenangan oh ibu, aku cinta kau, aku cinta kau aku berjanji tak akan pernah mementingkan orang lain daripadamu dan ketika nanti aku menikah kau akan selalu menjadi ratuku sebab tak ada satu kata pun yang dapat mewakili berharganya engkau untukku juga tak akan ada yang sepadan untuk membayar semua jasamu. Maka aku berdoa setiap hari untukmu agar allah senantiasa mengasihimu seperti engkau mengasihiku sedari kecil dan aku punya satu permintaan terakhir sebelum kau pergi. Tolong
 sejak Allah meletakkan surga dibawah telapak kakimu, tolong mintakan pada Allah untuk menjadikan surga tempat kita bisa bertemu kembali. Aamiin

Minggu, 13 September 2015

al ankabut 41

bismillahirrahmanirrahiim

"Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah ialah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui" (QS. 29:41)


Kita akan belajar tentang filosofi kehidupan seekor laba-laba (Al Ankabut). Al-‘ankabu atau ‘ankabatun yang lebih dikenal dengan al-‘Ankabut adalah bentuk mufrad dari kata ‘anakib atau kata ‘ankabutat merupakan nama salah satu jenis serangga berkaki delapan yang dalam bahasa indonesia disebut laba-laba atau spider dalam bahasa inggris.
Serangga ini membuat sarangnya yang berbentuk jaring-jaring dari benang sutra (air ludahnya) yang dihasilkan dari perutnya yang juga berfungsi sebagai perangkap mangsa. Kata al-‘Ankabut merupakan nama salah satu surat di dalam al-Quran, yaitu Surah al-‘Ankabut ( Surah ke 29), yang terdiri dari 69 ayat. Meskipun al-‘Ankabut merupakan nama surat, kata al-‘Ankabut itu sendiri hanya ditemukan dua kali di dalam Alquran, yaitu pada Surah al-‘Ankabut (29): 41 : “Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindungnya selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba, kalau mereka mengetahuinya).” Fenomena hidup laba-laba sangat menarik untuk kita kaji, semoga dari kajian ini Insyaa Allah kita dapat mengambil pelajaran berharga. Kehidupan seekor laba-laba memiliki keunikan berikut ini:

1. Laba-laba giat bekerja tak kenal lelah

Sewaktu kita sedang menatap interior rumah atau sewaktu terpaku pandang pada sebatang pohon, mungkin ada beberapa laba-laba yang membuat sarang di sana. Kemudian jika tergerak hati kita untuk membersihkan atau mungkin juga iseng untuk merusak sarang laba-laba tersebut. Kemudian coba perhatikan apa yang dikerjakan oleh laba-laba setelah sarangnya hancur? Ternyata laba-laba membuat kembali sarang barunya di tempat yang sama. Berapakalipun manusia merusak sarangnya, sebanyak itulah laba-laba dengan penuh semangat bekerja tak kenal lelah untuk memperbaiki dan membuat sarang baru. Melihat perangai laba-laba tadi, mengajarkan kepada kita untuk tidak kenal lelah dan tidak kenal putus asa, seandainya dalam hidup ini kita mengalami kegagalan sehingga tidak mengeluh dan putus asa, bangkit lagi untuk berjuang lebih giat menghadapi dan mengurangi potensi kegagalan yang menghadang. Ingat kegagalan adalah bagian kecil dari proses menuju sukses dan tidak ada kesuksesan yang tercipta tanpa sebuah kegagalan. Jadikan kegagalan sebagai awal introspeksi diri dan bekerja lebih keras.

2. Laba-laba contoh egoisme sektoral

Laba-laba dengan filosofi hidupnya hanya berfikir dan berbuat untuk kepentingan dan kesenangan dirinya saja. Dia membuat sarang berupa jaring-jaring untuk memperdaya dan menangkap hewan lain untuk makanannya. Yang dia pikirkan hanya dirinya saja dan dia tidak perduli dengan nasib hewan lainnya. Orang yang berbudaya seperti laba-laba sangat merugikan orang lain dan tidak mensyukuri nikmat yang telah didapatkannya, ia tidak lagi berpikir tentang sekitarnya dan mereka tidak lagi membutuhkan berpikir apa, siapa, kapan, dan di mana. Apa yang ia pikirkan hanyalah untuk kepentingan dan kesenangan pribadi.

3. Jaring Laba-laba contoh model Networking Management

Sistem jaring-jaring rancang bangun sarang laba-laba mengilhami manusia untuk membangun Networking Multilevel Marketing dan strategi militer. Networking Multilevel Marketing mengambil i’tibar dari dari laba-laba karena sarang laba-laba identik dengan jaring-jaring keagenan (jaringan pemasaran) yang menyatu dan saling menguatkan satu sama-lainnya. Hal ini mengandung pengertian bahwa suatu kegiatan usaha bersifat berkesinambungan dan terpadu, harus dapat tercipta-tumbuh dan terpelihara. Strategi militer juga mengadopsi prinsip jaring laba-laba (spidernet). Pemimpin berada di tengah atau pusat organisasi jaringnya. Apabila ada hambatan, ancaman dan gangguan terhadap eksistensi organisasinya, getaran dari si pembuat masalah terasa sampai kepada sang pemimpin yang selanjutnya turun langsung menuju pusat gangguan untuk mengamati seberapa besar masalah yang ada dan menyelesaikan masalah yang dihadapi. Apabila si pembuat onar tadi sampai merusak jaring organisasi maka sang pemimpin beserta kesatuannya akan berusaha memperbaikinya seperti sediakala. Dalam strategi militer, kalau ada ancaman terhadap organisasi diselesaikan di kesatuan. Jika tidak memungkinkan, baru meminta bantuan dari kesatuan lain dan bersama-sama menghadapinya.

4. Laba-laba contoh model Kepribadian Mudah Panik/Kalang-kabut

Naluri laba-laba menganggap bahwa hewan lain selain dirinya adalah musuh sekaligus mangsa untuk makanan dirinya. Begitu ada hewan lain yang mendekat ke sarangnya dia terlihat pontang-panting panik bergerak ke segala arah. Orang yang menganggap orang lain sebagai pesaing bagi target/cita-cita pribadinya dan bukan sebagai mitra kerja, akan selalu dalam posisi khawatir orang lain akan mengganggu keberhasilan pencapaian target/cita-citanya. Dia akan pontang-panting bergerak ke segala arah mencari keyakikan dan ketenangan diri bahwa target/cita-citanya tidak terganggu. Tindakannya kalangkabut laksana seperti seekor laba-laba. (Catatan penulis: Kalangkabut merupakan kata serapan bahasa Arab : Kaal-ankabut=seperti laba-laba).

5. Jaring Laba-laba Indah Tapi Rapuh

Allah menjadikan laba-laba sebagai contoh dalam Al Qur’an, bukan karena laba-laba binatang yang istimewa sepertihalnya semut atau lebah, melainkan karena laba-laba merupakan binatang yang lemah dan bodoh. Laba-laba membuat sarang (rumah) yang terbuat dari benang halus untuk melindungi dirinya dari panas dan dingin serta untuk menolak penderitaan bagi dirinya. Akan sang laba-laba tidak mengetahui kalau rumahnya yang berupa jaring-jaring itu meski terkesan sangat indah dilihat tapi sangat rapuh, dan ternyata tidak dapat melindunginya dari kesengsaraan ketika ia membutuhkannya. Sebagaimana disebutkan Qur’an Surah Al-Ankabut Ayat 41, Allah memberikan perumpamaan itu berkaitan dengan kebodohan orang-orang musyrik yang menjadikan berhala dan patung sebagai sesembahan dan penolong bagi mereka. Padahal, berhala dan patung itu sama sekali tidak dapat menolong mereka. Maka, Allah menyamakan kekurangan dan kelemahan orang-orang musyrik dengan laba-laba dalam mencari pelindung untuk dirinya. Orang-orang musyrik dan laba-laba sama-sama bodoh di dalam membuat pengaman dan pelindung untuk dirinya, karena pelindung yang diharapkan dapat melindungi mereka ternyata tidak dapat diandalkan. Dari uraian cerita di atas marilah kita tata hidup ini dengan mengambil i’tibar/pelajaran bahwa :
*Giatlah bekerja tanpa keluh kesah dan putus asa.
*Jadikan kegagalan sebagai awal dari proses menuju sukses.
*Dalam berorganisasi hendaknya bersatu saling menguatkan bekerja sama dalam mencapai tujuan.
*Jadikan orang lain sebagi mitra kerja dalam mencapai keberhasilan organisasi.
*Jadilah pemimpin yang memberi teladan, memberi semangat dan membimbing ke arah keberhasilan pencapaian tujuan organisasi.
*Pemimpin yang ditaati karena disegani, bisa sesenyum setangis bersama bawahan sehingga timbul *saling pengertian, saling memiliki dan saling bertanggungjawab untuk bergerak maju bersama menuju keberhasilan organisasi.
*Jadikan Allah SWT sebagai satu-satunya pelindung dan penolong dalam kehidupan kita agar hidup mendapat Ridho dan Baroqah-NYA.

Sabtu, 05 September 2015

Apakah engkau tahu darimanakah angka satu itu berasal sebagaimana angka 2 adalah 1+1=2 dan seperti angka 4 adalah 2+2=4 jika kamu tahu angkas satu itu adalah bilangan tunggal. Dia bisa menciptakan angka lain tapi dia tidak tercipta dari angka manapun lalu apa kesulitanmu memahami
Bahwasannya allah itu satu esa
Allah s.w.t manjadikan Hawa dari tulang rusuk sebelah kiri yang bengkok yang tugasnya menjaga jantung dan hati bukan menusuknya