Minggu, 20 September 2015

the weakest home lyrics subtitle indonesia

Wainna auhanal buyuut la baitul ankabuut lau kaanu ya’lamun

“...dan sesungguhnya rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba, jika mereka mengetahuinya” (Qs.Al Ankabut ayat 41)
Bukan hanya karena jaringnya, tapi juga krena apa yang terjadi didalamnya sarang yang penuh dengan pertengkaran kejam, pasangan hidup yang saling menyakiti, mereka saling memakan. Setelah selesai berhubungan, laba-laba betina akan memakan yang jantan. Memakan pasangannya sendiri. Sungguh menjijikan. Begitupun dengan anak-anaknya. Setelah dewasa, mereka akan memakan ibunya sendiri. Betapa seram dan kejam. Aku tak ingin membayangkannya, tapi itu realita. Dan keluarga laba-laba dijadikan perumpamaan, bukan karena tuhan kejam, tapi karena Allah ingin membuktikan bahwa rumah paling rapuh adalah yang penghuniinya disalah gunakan.
Pernikahan seharusnya membawa kebahagiaan, dan rumah adalah tempat berlindung  yang penuh ketentraman dan rasa nyaman. Dan seandainya ada pertengkaran, sadarlah bahwa pernikahan bukan hanya tentang dirimu seorang, tapi adalah dua orang yang belajar hidup menjadi satu didalam yang merasa saling memiliki dengan cinta, kebaikan dan kemurahan hati. Dimana tak perlu bertengkar setiap ada hal kecil yang salah. Karena, kau tak akan bisa membina rumah tangga dengan kekerasan dan berharap akan kokoh. Lelaki macam apa yang bisa menyakiti istrinya, membiarkannya berdarah dalam gelapnya malam, melukai jiwanya untuk selamanya. Sang istri yang berusaha menutupi memar dari pandangan orang lain. Suami yang selalu menuntut tanggung jawab istri tanpa mengingat tanggung jawabnya sendiri. Sebagai suami kau seharusnya menafkahi, melindungi, menghargai, menuntun dan menjaga istrimu. Kau dalah pelindungnya, pasangan hidupnya, pangerannya, yang harusnya mempesonanya, kesatrianya yang berkilau tapi sang kesatria berubah menjadi mimpi buruk, ketika kau mulai menyakitinya dan istrimu berlutut sambil memohon, “tolong redakan amarahmu aku mohon kesabaran adalah utam, mungkin aku tak mendengarmu tadi aku tak bermaksud menyiinggungmu kumohon jangan marah kumohon, jangan sampai anak kita melihat ayahnya seperti ini” sungguh memuakkan dan menyedihkan, bahwa hal ini sungguh terjadi di sekitar kita begitu banyak rumah dengan keluarga yang rusak sungguh bencana kalau kita melupakan makna pernikahan.  Apakah kau lupa siapa pria terbaik.? “Adalah mereka yang berlaku terbaik pada istrinya” itulah sabda dari seseorang yang tak akan pernah melukai budak, anak, atau istri dalam sepanjang hidupnya rasulullah (SAW). Beliau lah panutan terbaik untuk belajar cara memperlakukan wanita. Seandainya istri beliau memasak untuknya, beliau pasti memakannya, dan bila tak enak beliau tak akan menunjukan rasa tidak suka barang sedikitpun. Bahkan beliau selalu menolak undangan makan kecuali istrinya juga diundang. Beliau selalu membantu kerjaan rumah sang istri agar memperingan bebannya. Beliaulah kesempurnaan dalam sikap sopan, dan beliau mengajarkan bahwa pri terkuat bukanlah yang tahu bagaimana cara bertarung  tapi adalah yag bisa menahan amarahnya. Maka bersabarlah saudaraku. Apakah kau akan membiarkan kalau ibumu, anak perempuanmu, atau saudara perempuanmu disakiti? Kau tak akan bisa melihat pria lain menyiksa mereka.  Jadi sebelum  kau bahkan berpikir untuk memukul istrimu dan membuatnya trauma ingatlah bahwa dia adalah ibu, anak dan saudara milik orang lain. Wahai para istri, tak ada manusia yang berhak hidup selalu dalam kekerasan. Jadi bila suamimu menyakitimu, jangan hanya diam dan berjuang sendirian tapi mintalah bantuan pada Allah (SWT), dan kemudian orang lain dan biar semua tahu kau tak terima lagi untuk hidup dirumah yang paling rapuh. Kekerasan terhadap perempuan, islam berkata tidak. .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar