Pukul sepuluh
tujuh belas menit petang, jariku tak tahan mengalir begitu saja, tak tau ingin
bicara seperti apa mulut dan hati ini namun jemariku mewakilinya seakan dia
tahu apa yang harus dilakukannya jika tuannya mulai bingung apa lagi yang harus
dilakukan selain mengigau dibalik layar empat belas incinya, berharap kantuk
melanda kepalanya, “akh kau mau saja diperbudak daging abu-abu beku itu” Seakan
jariku bisa bicara ketika bibir ini tak sanggup lagi memuntahkan sepatah atau
dua patah kata yang tak biasa didengar sebelumnya, terkadang dalam imajiku layar empat belas inci
ini pun berbicara mencaci, mengutuk sipemiliknya “kau itu produk gagal buat apa
kau menyuruhku menemanimu tak ada gunanya berbincang denganku aku tak akan
meladenimu” akh kadang saat tak ada lagi suara, pikiranku melayang begitu saja
berimajinasi bebas, sarkas, namun kucoba mengimbanginya dengan akal sehat maka
terciptalah brisan kata konyol ini mengisi ruang di backgroun putih berikon W
(microsoft office word), yah tak mau kondisi ini terus berkelanjutan maka kucabut
teman terbaiku dari ruamah merahnya dipaksa untuk menemaniku dengan asap
ajaibnya yang dapat membawa penat setiap apa yang dikeluarkannya dari dalam
tubuhku, hari senin dipenghujung bulan september dua ribu lima belas, kupikir
malam ini tak seperti biasanya begitu sunyi, sepi, suara jangkri berbaur suara serangga-serangga kecil menjadi
instrument yang menggambarkan malam ini begitu basi terlihat super moon dengan
warna yang sedikit lebih merah dan berukuran lebih besar konon malam ini
penomena langka karena kita bisa menyaksikan bulan besar dengan warna merah
darah aku pikir malam ini adalah malam dimana invinite tskuyomi diaktifkan oleh
madara akh tapi itu hanya ada di manga masashi kisimoto, hii mungin bulan
sedang terluka didera rasa patah hati melihat kondisi bumi yang sudah begitu
renta diperkosa oleh manusia-manusia keji, bagaimana tidak beertepatan dengan
bulan ini banyak sekali kejadian kejadian yang begitu menyakitkan bila kita
saksikan banyak berita-berita entah dari tv atau media sosial banyak dikabarkan
orang-orang saling membunuh satu sama lain, bayak hutan terbakar oleh
kepentingan manusia rakus, banyak fitnah sana-sini, lalu baru saja saya dengan
di tiur tengah sana tepatnya dibumi para nabi, bumi palestina hari ini zionis
kembali mulai menginvasi al-quds provokasi berkepentingan untuk menyulut api
peperangan, darah, jiwa-jiwa tanpa noda akan kembali jadi taruhan untuk sesuatu
yang tak bernilai jika dibandingkan dengan nyawa seorang anak kecil yaitu
kekuasaan, miris sekali saya mendengarnya tapi itulah kennyataannya. Aku disini
hanya bisa melihat bagaimana sisi kemanusiaan dari manusia perlahan hilang,
nyawa tak lagi berharga daripada uang, padahal amnusia diciptakan sebagai
khalifah yang tentu saja pungsinya jelas menjaga dan merawat agar bumi ini
menjadi tempat yang yaman demi keberlangsungan hidup manusia namun kini itu
semua diabaikan begitu saja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar