Senin, 28 September 2015

dibawah blood supermoon aku mengigau



Pukul sepuluh tujuh belas menit petang, jariku tak tahan mengalir begitu saja, tak tau ingin bicara seperti apa mulut dan hati ini namun jemariku mewakilinya seakan dia tahu apa yang harus dilakukannya jika tuannya mulai bingung apa lagi yang harus dilakukan selain mengigau dibalik layar empat belas incinya, berharap kantuk melanda kepalanya, “akh kau mau saja diperbudak daging abu-abu beku itu” Seakan jariku bisa bicara ketika bibir ini tak sanggup lagi memuntahkan sepatah atau dua patah kata yang tak biasa didengar sebelumnya,  terkadang dalam imajiku layar empat belas inci ini pun berbicara mencaci, mengutuk sipemiliknya “kau itu produk gagal buat apa kau menyuruhku menemanimu tak ada gunanya berbincang denganku aku tak akan meladenimu” akh kadang saat tak ada lagi suara, pikiranku melayang begitu saja berimajinasi bebas, sarkas, namun kucoba mengimbanginya dengan akal sehat maka terciptalah brisan kata konyol ini mengisi ruang di backgroun putih berikon W (microsoft office word), yah tak mau kondisi ini terus berkelanjutan maka kucabut teman terbaiku dari ruamah merahnya dipaksa untuk menemaniku dengan asap ajaibnya yang dapat membawa penat setiap apa yang dikeluarkannya dari dalam tubuhku, hari senin dipenghujung bulan september dua ribu lima belas, kupikir malam ini tak seperti biasanya begitu sunyi, sepi, suara jangkri berbaur  suara serangga-serangga kecil menjadi instrument yang menggambarkan malam ini begitu basi terlihat super moon dengan warna yang sedikit lebih merah dan berukuran lebih besar konon malam ini penomena langka karena kita bisa menyaksikan bulan besar dengan warna merah darah aku pikir malam ini adalah malam dimana invinite tskuyomi diaktifkan oleh madara akh tapi itu hanya ada di manga masashi kisimoto, hii mungin bulan sedang terluka didera rasa patah hati melihat kondisi bumi yang sudah begitu renta diperkosa oleh manusia-manusia keji, bagaimana tidak beertepatan dengan bulan ini banyak sekali kejadian kejadian yang begitu menyakitkan bila kita saksikan banyak berita-berita entah dari tv atau media sosial banyak dikabarkan orang-orang saling membunuh satu sama lain, bayak hutan terbakar oleh kepentingan manusia rakus, banyak fitnah sana-sini, lalu baru saja saya dengan di tiur tengah sana tepatnya dibumi para nabi, bumi palestina hari ini zionis kembali mulai menginvasi al-quds provokasi berkepentingan untuk menyulut api peperangan, darah, jiwa-jiwa tanpa noda akan kembali jadi taruhan untuk sesuatu yang tak bernilai jika dibandingkan dengan nyawa seorang anak kecil yaitu kekuasaan, miris sekali saya mendengarnya tapi itulah kennyataannya. Aku disini hanya bisa melihat bagaimana sisi kemanusiaan dari manusia perlahan hilang, nyawa tak lagi berharga daripada uang, padahal amnusia diciptakan sebagai khalifah yang tentu saja pungsinya jelas menjaga dan merawat agar bumi ini menjadi tempat yang yaman demi keberlangsungan hidup manusia namun kini itu semua diabaikan begitu saja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar