Kita melihat kematian, kehancuran. sebagian orang merasakan sakit, sedih dan sebagiannya lagi acuh tak peduli, kita melihat kucuran darah dari pembuluh darah mereka, melihat potongan daging segar terbang. kehancuran mereka , tangisan, jeritan dijalan-jalan dan malam bergema seperti adzan, “Allahu akbar Allahu akbar Allahu akbar” tapi tak ada satupun yang ada disana, sibuk dengan layarnya, lifestyle, dan majalah. Dimana kita ? didepan layar melihat palestina, suriah, irak membayar kemerdekaan... lalu apalagi yang hancur selanjutnya, berbondong-bondong imigran pergi ke eropa, lalu dimana saudi arabia, mesir, bahrain, kuwait dimana pemimpin muslim... dimana mereka... pergi berkilo-kilo meter bayangkan timur tengah ke eropa hanya untuk mencari tempat untuk tidur.
Apakah kita benar manusia? Kita menutup mata, telinga, hati dan pikiran kita untuk penderitaan tersebut...
apakah kita benar benar manusia mengejar dan merawat kertas-kertas hijau nominal
apakah kita benar manusia? Ketika kita menangisi layar retak tapi menutup mata akan tengkorak-tengkorak retak
Apakah kita layak menyandang status sebagai MANUSIA ?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar