Yaah hanya bisa berkutat pada mesin pencari google, mencoba mengisi wawasan meski daging berwarna abu-abu ini bebal effek asap dari tembakau berkepala oranye, disadari atau tidak yaaaaaah de.javu berseri hampir tiap malam dengan rutinitas yang serupa maka tidak dipungkiri de.javu menghampiriku mungkin tiga kali sehari, udah kaya makan obat deh kayanya. Banyak orang bilang de.javu disebabbkan oleh hal yang pernah terekam oleh memori namun tak disadari. Mungkin jawabku “atau mungkin bisa jadi aleh rutinitas yang konyol yang tak diingini”. Hiiiihi #gigless semenjak bekerja disebuah pergudangan tak lagi jadi rutinitasku kini tidur berjam-jam, makan sedikit, lalu mengetik satu atau sampai dua patah kata jadi hal yang mungkin dibilang kesibukannku, haahaa tidur kok menjadi kesibukan #gak papa lah “ngomong sendirian”
Jam berdetak begitu cepat waktu tak pernah bisa ku kejar seakan dunia berputar lebih cepat dari biasanya, sudah 2 bulan aku tergeletak disebuah dunia entah berantah, berpetelualang dengan imaji, di dalam kotak penuh warna dan barisan kata yang tak biasa, aku seakan terbang membayangkan sosok gadis menjengkelkan yang pernah ku temui, aku di telan rasa benci ufffs terkadang jika teringat setahun silam saat butiran gula yang kutuangkan tak di terima oleh gelas yang kupikir terlihat kosong, namun dari kekosongan itu terlihat sekat bening yang mengelabui, umpama predator dengan kamuplasenya. aku ditipu, dibohongi, dirayu, disogok oleh ucapan-ucapan jemari lentik melalui keyboard virtualnya aku percaya, lalu tubuhku tak kuasa ku kendalikan hingga sampai aku dipertengahan lampu merah, dengan kikuk aku mengendarai roda dua, uffss aku yakin dentingan waktu dalam lampu trotoar itu mengubahku menjadi sekarang, butterfly effect
Tidak ada komentar:
Posting Komentar